Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Kalimantan
  3. Dua pelajar Sampit wakili Indonesia ke Jerman
  • Senin, 10 April 2017 — 17:04
  • 2753x views

Dua pelajar Sampit wakili Indonesia ke Jerman

Penelitian kami mengangkat potensi tanaman khas suku Dayak untuk kesehatan. Selama ini orang banyak mengaitkan tanaman Dayak dengan kekuatan mistis, tapi tidak banyak yang tahu bahwa banyak manfaatnya. Ini salah satu upaya mengangkat kearifan lokal
Ilustrasi (Jubi/Gettyimages)
ANTARA
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Sampit, Kalteng, Jubi - Dua siswi SMA Negeri 1 Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, yakni Sabrina Salwa Sabila dan Gusti Salsabila akan mewaliki Indonesia dalam lomba peneliti muda di Jerman.

"Penelitian kami mengangkat potensi tanaman khas suku Dayak untuk kesehatan. Selama ini orang banyak mengaitkan tanaman Dayak dengan kekuatan mistis, tapi tidak banyak yang tahu bahwa banyak manfaatnya. Ini salah satu upaya mengangkat kearifan lokal ," kata Sabrina di Sampit, Senin ( 10/4).

Penelitian yang dilakukan dua siswi Kelas XI IPA A ini mengangkat khasiat kulit kayu halaban (kallapapa). Penelitian ini berawal dari informasi salah satu guru di sekolah itu yang pernah mengetahui pengobatan tradisional.

Rasa penasaran itulah yang kemudian mendorong dua siswi ini, dibantu guru mulai meneliti manfaat kulit kayu halaban. Mereka akhirnya berhasil membuktikan bahwa pengobatan tradisional itu dapat dibuktikan secara ilmiah karena ternyata kulit kayu halaban berpotensi membunuh bakteri penyebab radang amandel.

Penelitian itu berhasil mengantarkan Sabrina dan Salsabila menjuarai lomba peneliti muda di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Prestasi itu kemudian berlanjut ke tingkat nasional di Jakarta dengan meraih medali perak, sekaligus mendapat kepercayaan mewakili Indonesia pada lomba peneliti muda di Jerman.

"Kami sudah dua kali mengikuti pembinaan di Bandung dan Jakarta. Mentornya ada yang dari UGM, ITB dan UI, " kata Salsabila.

Kepala SMA Negeri 1 Sampit Muhammad Darma Setiawan mengatakan, ini adalah prestasi ketiga siswanya di tingkat internasional. Tahun sebelumnya, siswa SMA Negeri 1 Sampit juga mewakili Indonesia dalam lomba peneliti muda di tingkat ASEAN dan Asia Pasific.(*)
 


 

loading...

#

Sebelumnya

Kaltim evaluasi 1.404 izin tambang

Selanjutnya

Kilang minyak Balikpapan kembali beroperasi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6087x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5702x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3768x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe