Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Pentingnya pembangunan bagi masyarakat terus didorong 
  • Selasa, 11 April 2017 — 18:34
  • 621x views

Pentingnya pembangunan bagi masyarakat terus didorong 

“Seperti Perda (Peraturan Daerah) Kampung Adat agar dapat disosialisasikan ke tengah masyarakat. Masyarakat juga diharapkan agar mampu memahami dan dapat bekerja sama dengan Pemerintah daerah,” katanya kepada Jubi di Sentani melalui seluler, Selasa (11/4/2017). 
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw ketika dijemput masyarakat dalam suatu acara – Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
Editor : Timoteus Marten
LipSus
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:14 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:38 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 09:47 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Sentani, Jubi – Pemerintah Kabupaten Jayapura terus mendorong masyarakat agar memahami pentingnya pembangunan untuk kepentingan bersama. 

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw mengatakan, pihaknya terus mendorong seluruh masyarakat melalui regulasi yang sudah disepakati. 

“Seperti Perda (Peraturan Daerah) Kampung Adat agar dapat disosialisasikan ke tengah masyarakat. Masyarakat juga diharapkan agar mampu memahami dan dapat bekerja sama dengan Pemerintah daerah,” katanya kepada Jubi di Sentani melalui seluler, Selasa (11/4/2017). 

Dikatakan, apa yang termuat dalam Perda dan aturan yang disampaikan kepada masyarakat soal kampung adat itu sangat jelas. Bahwasannya sumber daya alam yang ada, seperti tanah dan hutan, tidak diperjualbelikan dalam bentuk apapun. 

 Bahwasanya, semua sumber daya alam yang ada dan bermanfaat tidak harus dijual belikan dalam bentuk apapun termasuk tanah dan hutan.

“Kita sudah sering menyampaikan hal ini kepada masyarakat agar tanah dan hutan milik masyarakat sebagai hak ulayat jangan dijual-belikan dalam bentuk apapun, sehingga apa yang dimiliki dapat menghasilkan sesuatu dalam bentuk pemanfaatan ekonomi,” ujarnya. 

“Kita juga mengakui hal ini begitu berat untuk dilaksanakan. Hak ulayat sudah menjadi bagian yang tidak dipisahkan dengan kebutuhan ekonomi dewasa ini,” lanjutnya. 

Terpisah, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Jayapura, Hengky mengatakan, pembangunan di daerah ini dapat terwujud bila semua stakeholder berperan di dalamnya. 

“Pembangunan tidak hanya kita bicara dan fokus kepada nilai ekonominya saja, tetapi semua elemen yang ada harus diperhatikan, baik sosial, budaya, politik, keagamaan harus berjalan secara bersama, sehingga nilai pembangunan yang diinginkan ini dapat tercapai dengan baik,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Jelang Hari Kartini, GOW Jayapura gelar berbagai kegiatan 

Selanjutnya

Peserta UNBK di SMAN 1 Sentani tak mendapatkan satu soal

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe