Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Pemrotes Nauru cari dana untuk bayar pengacara
  • Rabu, 12 April 2017 — 10:24
  • 796x views

Pemrotes Nauru cari dana untuk bayar pengacara

Sekelompok warga Republik Nauru yang tengah menghadapi tuntutan hukum atas protes politiknya dua tahun lalu, kini tengah mencari pertolongan dari dunia untuk membayar pengacara dari luar negeri.
Ilustrasi/RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Nauru, Jubi –  Sekelompok warga Republik Nauru yang tengah menghadapi tuntutan hukum atas protes politiknya dua tahun lalu, kini tengah mencari pertolongan dari dunia untuk membayar pengacara dari luar negeri. Mereka memilih pengacara dari luar negeri karena mereka sudah tidak percaya lagi pada pengacara dalam negeri. Para pemrotes juga menilai tidak ada lagi pengacara yang cukup mumpuni dan berkualitas untuk membela mereka.

Protes yang mereka lakukan itu dilakukan dua tahun lalu sebagai respons terhadap pencekalan lima anggota parlemen termasuk mantan presiden, Sprent Dabwido. Meski tindakan protes mereka adalah protes politik, namun mereka dijerat dengan pasal-pasal kriminal.

Dalam pernyataan sikapnya, para pemrotes mengatakan bahwa kantor Pembela Hukum Publik telah berkompromi dan telah diminta oleh rezim berkuasa untuk tidak memberikan pembelaan terhadap mereka.

Atas bantuan berbagai kalangan, para pemrotes mendapat bantuan tim yang terdiri dari lima orang pengacara asal Australia. Namun, biaya untuk membawa kelima pengacara tersebut ke Nauru diperkirakan mencapai 60.000 dolar AS.

Untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut, para pemrotes kini tengah melakukan penggalangan dana dari publik (crowd funding). Dalam kampanye penggalangan dana yang mereka lakukan, para pemrotes mengatakan bahwa mereka memanggil siapapun baik perorangan maupun organisasi untuk berjuang bersama melawan ketidakadilan yang disebabkan oleh pemerintahan diktator di Nauru. 

September tahun lalu, Sprent Dabwido sempat dicekal meski ia harus dilarikan ke rumah sakit di Brisbane, Australia. Paspor Dabwido dicabut pemerintah justru ketika ia tengah berada di ruang tunggu bandara menuju Australia. Peristiwa itu membuat geger di Nauru hingga akhirnya pemerintah Nauru memperbolehkan Dabwido pergi berobat karena penyakit jantung yang dideritanya sudah cukup parah. **

loading...

Sebelumnya

Solidaritas bagi sang desainer bendera Papua Nugini

Selanjutnya

Fiji melarang donor darah dari homoseksual

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6233x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5818x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3995x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe