Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Susan Karike wafat, PNG berkabung
  • Rabu, 12 April 2017 — 11:55
  • 1226x views

Susan Karike wafat, PNG berkabung

Sang desainer bendera itu akhirnya wafat. Susan Karike Huhume, seorang wanita yang berasal dari desa Meii, Papua Nugini menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Port Moresby.
Putera Susan Karike, Philip Huhume/post courier
Post Courier
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Port Moresby, Jubi – Sang desainer bendera itu akhirnya wafat. Susan Karike Huhume, seorang wanita yang berasal dari desa Meii, Papua Nugini menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Port Moresby.

Menurut puteranya, Philip Huhume, Susan sudah tidak merespon lagi sejak pukul 2:05 dini hari, Rabu (12/4/2017). Jenazah lalu disemayamkan di rumah persemayaman Dove.

Jelang kepergiannya, rakyat Papua Nugini terutama yang datang dari desanya riuh dengan aksi protes terhadap pemerintah agar membantu biaya rumah sakit bagi sang pahlawan. Sejak ia merancang bendera pada tahun 1971 lalu, tak sedikit pun Susan menerima penghargaan dari negara. Harian Post Courier menuliskan sebuah obituari penghormatan bagi sosok Susan dan menyematkan gelar pahlawan rakyat Papua Nugini.

Di masa tuanya, Susan hidup serba kekurangan. Ia tinggal di pinggiran kota Port Moresby di dalam rumah yang tak memiliki satu pun kursi tamu. Saat itu, ia yang sudah kerepotan karena menderita sakit tidak dapat menyajikan minuman dingin bagi tamu meski cuaca sangat panas.

Satu-satunya barang berharga di dalam rumahnya itu barangkali adalah sebuah spesimen bendera hasil karyanya- sangsaka merah, hitam dan emas. Susan selalu bangga menceritakan tentang proses berkarya yang ia jalani ketika mendesain bendera bagi negeri tercintanya itu.

Susan masih berusia 15 tahun dan bersekolah di Sekolah Misi Katolik di Kepulauan Yule saat itu. Ia lalu mengikuti kompetisi desain bendera Papua Nugini dan membuat para juri jatuh hati pada karyanya.

Wakil Ketua Panitia Pemilihan dan Pembangunan Konstitusi saat itu, Geoff Littler yang menerima langsung karya Susan. “Karyanya langsung mencuri hati kami dan kami langsung sepakat bahwa itulah bendera Papua Nugini,” katanya.

 “Ini adalah warna kebangsaan yang mempersatukan ribuan suku bangsa dan menciptakan identitas bangsa. Kami sangat berduka cita, pandanganmu tidak akan pernah tergantikan terhadap negeri ini,” demikian tulis Post Courier dalam obituarinya. **

loading...

Sebelumnya

Badai Cook serang beberapa negara di Pasifik

Selanjutnya

Senator Demokrat kritik pemboikotan pangkalan militer AS

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe