Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Senator Demokrat kritik pemboikotan pangkalan militer AS
  • Rabu, 12 April 2017 — 12:02
  • 1336x views

Senator Demokrat kritik pemboikotan pangkalan militer AS

Langkah Gubernur Guam, Eddie Calvo yang memboikot pembangunan pangkalan militer Amerika Serikat di Guam menuai kritik dari banyak pihak. Salah satu kritik dilontarkan oleh senator Demokrat, Thomas Ada.  
Pesawat F-22 terbang di atas Guam/RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Guam, Jubi – Langkah Gubernur Guam, Eddie Calvo yang memboikot pembangunan pangkalan militer Amerika Serikat di Guam menuai kritik dari banyak pihak. Salah satu kritik dilontarkan oleh senator Demokrat, Thomas Ada.  

Menurut Thomas, ia sepakat bahwa pembatasan pemberian visa tenaga kerja ke Guam oleh pemerintah federal memang menyebabkan masalah. Namun, cara untuk memprotes pemerintah federal bukan dengan cara memboikot pembangunan pangkalan militer AS di Guam.

“Untuk menyelesaikan jantung permasalahan, kita perlu menggunakan cara yang lebih diplomatis ketimbang menggunakan cara konfrontasi dan mengatakan bahwa saya berhenti dari permainan ini, saya akan ambil mainan saya dan saya akan pulang,” ujarnya kesal.

Bagi dia, aksi boikot yang dilakukan Calvo akan menjadi sia-sia. Sebab, dengan atau tanpa dukungan dari gubernur, pembangunan pangkalan militer di Guam akan tetap dilakukan.

Hal senada disampaikan Ketua Kamar Dagang Guam, Catherine Castro. Menurut dia, Guam saat ini memang mengalami krisis tenaga kerja akibat pembatasan visa tenaga kerja asing oleh pemerintah federal. Namun, boikot yang dilakukan Eddie Calvo bukanlah solusi sama sekali.

“Kita bisa sampai pada titik sangat frustrasi dan saya mengerti itu. Anda tahu, kita semua ada dalam situasi krisis dan membuat frustrasi. Tapi, saya yakin ada cara lain yang bisa kita tempuh untuk mencari solusi masalah ini,” katanya.

Pemerintah federal AS berencana memperluas pangkalan militernya di Guam. Sekitar 5.000 pasukan yang semula ditempatkan di Jepang, akan dipindahkan ke Guam hingga jumlah pasukan di Guam akan mencapai 11.000 orang. Di saat bersamaan, pemerintah federal mengurangi jumlah tenaga kerja asing di Guam dari semula 1.300 orang menjadi tinggal 200 orang saja hingga banyak pekerjaan infrastruktur terbengkalai dan ekonomi Guam terganggu. **

loading...

Sebelumnya

Susan Karike wafat, PNG berkabung

Selanjutnya

Pengadilan batalkan tuntutan terhadap 11 anggota parlemen Vanuatu

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe