Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Penanganan sektor pertanian fokus pada SDM
  • Sabtu, 01 Oktober 2016 — 09:27
  • 721x views

Penanganan sektor pertanian fokus pada SDM

“Perilaku terhadap komoditas itu dilakukan pembekalan agar petani mampu membaca peluang pasar dan permintaannya lebih tinggi untuk kembangkan lebih lanjut terkait usaha yang dilakoninya,” katanya belum lama ini di Jayapura.
Pertanian di Koya Barat, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura – Dok Kelurahan Koya Barat
Hengky Yeimo
Editor : Timoteus Marten
LipSus
Features |
Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:20 WP
Features |
Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:03 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 22:57 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:49 WP

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura Jubi – Penanganan pada sektor pertanian di Kota Jayapura tahun 2016 difokuskan pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) tiap sub sektor, baik peternakan, tanaman holtikultura maupun perkebunan dan kehutanan.

Kepala Dinas Pertanian Kota Jayapura Jean Hendrik Rollo mengatakan pihaknya juga bekali ilmu kebijakan kepada petani.

“Perilaku terhadap komoditas itu dilakukan pembekalan agar petani mampu membaca peluang pasar dan permintaannya lebih tinggi untuk kembangkan lebih lanjut terkait usaha yang dilakoninya,” katanya belum lama ini di Jayapura.

Selain itu Dinas Pertanian juga mengembangkan sarana yang dibutuhkan petani yakni mesin untuk digunakan pertanian.

“Kondisi yang dihadapi hingga tahun terakhir sektor pertanian dibangun, agar kemudian anggota keluarga dalam rumah tangga bertumbuh, buruh tani bertumbuh. Yang kita harapkan anggota rumah tangga ini tetap sebagai tenaga kerja tani,” katanya.

Ia mengatakan ketika SDM di rumah tangga tani sudah bagus dan sudah bisa urusan dengan tanah, pupuk itu pilihannya beda harus mencari sektor muda.

“Hingga tahun 2015 buruh tani berkurang. Ketika buruh tani berkurang dan kita bangun sektor tani ini membutuhkan buruh tani karena sedikit,” katanya.

“Kemudian upah buruh tani meningkat akan berbanding lurus dengan biaya produksi harus meningkat. Ketika biaya produksi meningkat kemampuan jual produk berkurang,” lanjutnya.

Ia mengakui tahun 2016 dan selantjutnya pihaknya fokus pada mekanisasi, menggantikan tenaga petani dengan mesin.

“Tahun ini kita tambah traktor roda 42 unit untuk kawasan-kawan yang masyarat lokal dengan kawasan tidurnya tersedia. Ini yang kita dorong. Kita berharap petani harus proaktif,” katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa sekitar 9.000 hektare lahan yang harus dikembangkan untuk pertanian.

Warga Distrik Muara Tami, Agus Suroso mengatakan pihaknya bekerja sesuai dengan target yang ditetapkan Pemkot Jayapura untuk memproduksi beras.

Namun terkait irigasi dan alat panen tidak mengalami gangguan semua pekerjaan bisa berjalan lancar lancar saja.

“Sebab cuaca juga mendukung selama ini walau hujan tetapi tidak memperparah persawahan yang ada,” katanya.  (*)

loading...

Sebelumnya

Listrik padam perekaman e-KTP ditunda

Selanjutnya

Polling calon wali kota Jayapura, BTM dan BMD masih bersaing

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 6690x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 3326x views
Penkes |— Rabu, 21 Februari 2018 WP | 2818x views
Lapago |— Jumat, 16 Februari 2018 WP | 2370x views
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe