Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Bomberai
  3. PT. Medco Papua diduga lakukan penipuan 
  • Rabu, 12 April 2017 — 18:38
  • 1944x views

PT. Medco Papua diduga lakukan penipuan 

Manajemen PT MHS saat dikonfirmasi enggan berkomentar sebelum bos besar atau pemilik perusahaan, Arifin Panigoro berkomentar.
Lahan sawit milik PT. Mecopapua Hijau Selaras – Jubi/IST
Niko MB
ness@tabloidjubi.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Sorong, Jubi – Manajemen PT.Medcopapua Hijau Selaras (MHS) yang melakukan investasi di bidang perkebunan kelapa sawit di dataran Masni-Sidey, Kabupaten Manokwari, Papua Barat diduga melakukan penipuan terhadap manajemen PT.Visiatama Bangun Megah di bawah pimpinan Ny. Hj. Ida Centya Adam.

Hal itu disampaikan kuasa hukum PT. Visiatama Bangtun Megah, Yan Christian Warinusi ketika menghubungi Jubi di Sorong, Rabu (12/4/2017). 

Menurutnya perusahaan yang dikomandoi Taipan Arifin Panigoro tersebut sudah mengeluarkan surat nomor : 115/MHS-PRC/SKL/IX/2011 tanggal 19 September 2011 perihal Surat Penunjukan (Letter of Acceptance) Pekerjaan Pembangunan Perumahan dan Infrastruktur Lain di lokasi perkebunan kelapa sawit milik perusahaan swasta nasional tersebut.

Namun hingga kini perusahaan tersebut belum melunasi pembayaran kepada PT.Visiatama Bangun Megah atas pekerjaan-pekerjaan, sesuai Surat Perjanjian Kerjasama I Nomor 011/MHS-SPK/LGL/XI/2011 tanggal 25 November 2011 tentang pembangunan 8 unit rumah (G5), 1 unit guest house dan 1 unit gudang di Sidey-Manokwari.

Selain itu, Surat Perjanjian Kerja II Nomor 003/MHS-SPK/LGL/III/2012 tanggal 5 Maret 2012 tentang pembangunan 28 unit rumah (G2), 1 unit rumah kebun dan 1 unit masjid di Sidey -Manokwari. Serta Surat Perjanjian Kerja III Nomor 019/MHS-SPK/LGL/IX/2014 tanggal 03 September 2014 tentang Pembangunan rumah menejer, rumah asisten dan gereja di Sidey-Manokwari. 

“Total nilai seluruh pekerjaan yang disepakati atas dasar ketiga surat perjanjian kerja tersebut pekerjaan tersebut berjumlah Rp 15 miliar lebih dan sudah dibayar secara bertahap, tetapi masih terdapat kekurangan sekitar Rp1,8 miliar, yang terjadi akibat kenaikan harga BBM, dan sudah disepakati dalam perjanjian untuk dibayarkan PT.Medcopapua Hijau Selaras, tetapi hingga kini tidak dilakukannya,” katanya. 

Ia melanjutkan, hal ini menimbulkan kerugian pada kliennya, Ida Centya Adam-- Pimpinan PT.Visiatama Bangun Megah, sehingga telah mengajukan peninjauan kembali surat perjanjian kerja sebanyak dua kali. Namun tidak direspons PT.Medcopapua Hijau Selaras. 

Manajemen PT MHS saat dikonfirmasi enggan berkomentar sebelum bos besar atau pemilik perusahaan, Arifin Panigoro berkomentar.

Beliau ketika dikonfirmasi juga belum memberikan klarifikasi sebab nomor HP-nya tidak aktif. (*)

loading...

Sebelumnya

Inilah jawaban PT. Belibis Papua Mandiri terkait tiket palsu

Selanjutnya

Garuda masuk, tiket Wings Air turun 50 persen

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe