Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. Paskah dirayakan dengan pembaptisan “Selam”
  • Jumat, 14 April 2017 — 18:09
  • 1441x views

Paskah dirayakan dengan pembaptisan “Selam”

Pdt.Abraham Abisay, Ketua Klasis GKI Sentani mengatakan, perayaan minggu sengsara Yesus dan Jumat Agung ini adalah bukti umat GKI, terutama umat di Pos Pelayanan Ora Et Labora Balim Yalimo atas pengorbananNya di kayu salib Golgota.
Prosesi Pembaptisan Umat GKI di Pos Pelayanan Ora Et Labora Balim Yalimo, Waena Jayapura Papua. - Jubi/Agus Pabika
Agus Pabika
pabikaa169@gmail.com
Editor : Galuwo

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Umat GKI di Pos Pelayanan Ora Et Labora Balim Yalimo, Waena Jayapura Papua, Jumat (14/4/2017), memperingati kematian Tuhan Yesus di kayu salib atau Paskah dengan menggelar prosesi pembaptisan kudus dengan proses menyelam di kolam. Sekaligus juga dilakukan sidi jemaat dan perjamuan kudus.

Pdt.Abraham Abisay, Ketua Klasis GKI Sentani mengatakan, perayaan minggu sengsara Yesus dan Jumat Agung ini adalah bukti umat GKI, terutama umat di Pos Pelayanan Ora Et Labora Balim Yalimo atas pengorbananNya di kayu salib Golgota.

Ia mengatakan, Tuhan Yesus memang benar-benar hidup dan benar-benar mati di kayu salib, sehingga umat harus bersyukur atas apa yang telah Ia lakukan, karena itu adalah tindakan penebusan dosa bagi umat di bumi ini yang Ia nyatakan dengan meninggalkan tempatnya yang kudus di surga.

“Tetapi hingga hari ini banyak orang yang belum percaya atas kematianNya itu. Biarkan mereka yang mempunyai telinga mendengar dan datang mengucapkn syukur atas apa yang telah Ia korbankan untuk kita, seperti hari ini kami rayakan,” tutur Pdt.Abisay kepada ratusan umat dan anggota pembaptisan kudus serta sidi jemaat di Pos Pelayanan Ora Et labora Balim Yalimo.

Ia juga menekankan mengenai pengakuan Yesus sebelum Ia mati di kayu salib, bahwa “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Katanya, ini adalah bukti nyata Yesus Kristus sangat sayang kepada umatnya di Bumi, khususnya bagi umat Tuhan di Tanah Papua dan bagi yang dibaptis dan sidi di Pos Pelayanan Ora Et Labora Balim Yalim Yalimo. 

“Sehingga yang datang hari ini dibaptis dan sidi adalah bukti pengakuan kepada Dia atas penebusanNya untuk mengikut Dia.”

Penatua Arkiluas Wetipo, Pelaksana Tugas Koordinator Pos Pelayanan Ora Et Labora Balim Yalimo mengatakan, bentuk pembaptisan selam yang dilakukan hari ini adalah bentuk baru di daerah Kotawi Jayapura. Sebab yang biasa dilakukan hanya dengan percik, tetapi bagian ini telah diatur dalam tata gereja GKI di Tanah Papua sehingga tidak menjadi soal untuk dilakukan.

“Biasanya pembaptisan selam dilakukan di jemaat GKI daerah gunung, tetapi itu hanya karena kebiasaan dan karena tata gereja telah diatur, maka kami lakukan walaupun ada beberapa masukan dari pihak STT GKI supaya tidak dilakukan pembaptisan selam,” kata penatua Wetipo.

Pmbaptisan selam diikuti oleh 15 warga jemaat baru dan sidi sebanyak 13 orang. Untuk ke depan katanya belum dipastikan akan dilakukan pembaptisan selam atau percik.

"Tetapi akan dilihat ketika disepakati oleh jemaat karena keputusan jemaat adalah keputusan tertinggi berlandaskan tata gereja GKI di Tanah Papua. Dan ia berharap supaya ada warga jemaat baru yang datang bergabung di jemaatnya," katanya.

Sebelumnya

Kata bupati, ada empat prioritas pembangunan Keerom 

Selanjutnya

Selama 14 tahun, masyarakat adat jarang dilibatkan perayaan HUT kabupaten Keerom

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe