close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Diduga timbulkan penyakit gatal-gatal, TPA Koya Karang ditutup
  • Sabtu, 15 April 2017 — 17:59
  • 1605x views

Diduga timbulkan penyakit gatal-gatal, TPA Koya Karang ditutup

“Tidak hanya anak saya yang gatal-gatal, tapi tetangga dan masyarakat sekitar juga mengalami hal yang sama. Jadi kami larang mereka buang sampah lagi di sini, kami tidak mau ada sampah di sini silakan cari dan buang di tempat lain,” katanya.
TPA Baru di Koya Karang yang dipalang oleh masyarakat dan Ondoafi - Jubi/Agus Pabika
Agus Pabika
Editor : Admin Jubi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Warga dan Ondoafi menolak tempat pembuangan akhir (TPA) di kampung Koya Karang. Alasan warga, sampah di TPA menimbulkan banyak penyakit.

Ondoafi besar Koya Koso Matias Wemson Elsenggi, menyampaikan penolakannya sebab kehadiran truk-truk sampah di tanah adat Koya Karang yang dijadikan TPA, selain menimbulkan banyak penyakit, pembayaran lahan oleh Pemkot Jayapura dinilai keliru.

“Pembayaran lahan kami nilai ada kesalahan,” katanya, Sabtu, (15/4/2017), Jayapura, Papua.

Ia menambahkan, air sungai dan sumur juga tercemar sampah-sampah. Mewakili masyarakat dan sebagai Ondoafi besar pemilik tanah adat, ia mengatakan melarang keras dan tegas membuang sampah di Koya Karang.

"Ketika tempat ini dijadikan TPA, banyak lalat yang membawa penyakit kepada masyarakat Koya Karang dan sekitarnya. Beberapa warga mengaku badannya gatal-gatal sejak adanya sampah ketika mandi di sumur. Saya melarang keras membuang sampah di situ," katanya.

Sementara itu, Siska salah satu warga Koya Karang mengaku, setelah ada TPA anak perempuannya mengalami benjolan-benjolan kecil di wajah ketika mengunakan air sumur untuk mandi.

“Tidak hanya anak saya yang gatal-gatal, tapi tetangga dan masyarakat sekitar juga mengalami hal yang sama. Jadi kami larang mereka buang sampah lagi di sini, kami tidak mau ada sampah di sini silakan cari dan buang di tempat lain,” katanya.

Sesuai pantauan Jubi, Rabu, (12/4/2017), TPA di Koya Karang sudah dilarang dan ditutup atas persetujuan Ondoafi dan kesepakatan masyarakat sekitar pada 3 April 2017 lalu. (*)

loading...

Sebelumnya

Tiga kriteria peserta BPJS Kesehatan yang diajukan ke Kejaksaan

Selanjutnya

Kopkedat peduli masyarakat Korowai

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4915x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4251x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2483x views
Polhukam |— Selasa, 16 Oktober 2018 WP | 2432x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe