Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. Selama 14 tahun, masyarakat adat jarang dilibatkan perayaan HUT kabupaten Keerom
  • Minggu, 16 April 2017 — 18:01
  • 980x views

Selama 14 tahun, masyarakat adat jarang dilibatkan perayaan HUT kabupaten Keerom

"Masyarakat adat asli dalam perayaan HUT hanya yang membawa tarian," tutur Anna, yang juga menjabat sebagai ketua Ikatan Perempuan Asli Keerom.
Para penari dari Arso saat memeriahkan Hut ke-14 Tahun kabupaten Keerom pada 12 April 2017 di lapangan Bola Swakarsa, distrik Arso kabupaten Keerom, (12/4/2017) - Jubi/Agus Pabika
Agus Pabika
pabikaa169@gmail.com
Editor : Admin Jubi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Tokoh perempuan asli Keerom sekaligus pendiri kabupaten Keerom Anna Maria Borotia mengatakan, berdirinya kabupaten Keerom hasil perjuangan bersama, namun setiap perayaan ulang tahun masyarakat adat asli tidak pernah dilibatkan pemerintah. 

Ia mengatakan kekecawaan itu, sebab terbentuknya kabupaten Keerom merupakan hasil perjuangan keras anak-anak Arso.

"Kabupaten ini bisa dibentuk karena perjuangan masyarakat adat asli. Ke depan perayaan HUT harus dilaksanakan di ibukota kabupaten atau di depan kantor bupati," katanya. Hal tersebut diutarakan Anna Maria Borotia, saat menghadiri HUT ke-14 kabupaten Keerom pada 12 April 2017. Perayaan itu berlangsung di lapangan bola Swakarsa Kampung Asyaman Swakarsa distrik Arso, kabupaten Keerom, Minggu, (16/4/2017).

Ditambahkannya, kabupaten ini hasil perjuangan keras masyarakat adat asli, jadi kegiatan perayaan HUT harus melibatkan mereka.

"Atau malah harusnya mereka diberi penghargaan," katanya.

Lanjutnya, selama 14 tahun berjalan kabupaten Keerom tidak pernah memberikan penghargaan kepada mereka para pejuang kabupaten.

"Masyarakat adat asli dalam perayaan HUT hanya yang membawa tarian," tutur Anna, yang juga menjabat sebagai ketua Ikatan Perempuan Asli Keerom.

Ia berharap HUT kabupaten Keerom berikut dapat melibatkan seluruh masyarakat adat asli di dalam kepanitiaan.

Sementara itu, Marten salah satu warga Arso meminta pemerintah Keerom mengakomodir semua lapisan masyarakat adat dalam kegiatan.

"Dengan begitu keterlibatan mereka baik dalam seni tari, musik dan ukiran dapat diperhitungkan oleh para pengunjung dan menjadi daya tarik tersendiri baik lokal maupun tingkat nasional," katanya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Paskah dirayakan dengan pembaptisan “Selam”

Selanjutnya

Wilayah Mamta perebutkan 6 kursi MRP

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe