Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Bomberai
  3. Bupati Kaimana kaget pemasangan PLTG 10 MW ditunda
  • Senin, 17 April 2017 — 07:07
  • 1311x views

Bupati Kaimana kaget pemasangan PLTG 10 MW ditunda

Menurut dia hibah lokasi tidak dilakukan karena PT PLN tersebut juga milik Pemerintah. Namun yang menjadi kendala, lanjutnya, belum adanya pertemuan untuk menjelaskan kepada pihak bandara terkait teknis operasi mesin berkapasitas 10 MW, yang dikhawatirkan dapat menganggu navigasi transportasi udara.
Ilustrasi. Presiden RI Joko Widodo ketika meninjau lokasi pembangunan PLTG di Kalimantan Barat, 18 Maret 2017 - Jubi/presidenri.go.id
Admin Jubi
redaksionline@tabloidjubi.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Kaimana, Jubi - Bupati Kaimana, Papua Barat, Matias Mairuma mengaku kaget soal penundaan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) berkapasitas  10 Megawat di daerah yang dipimpinnya.

Pasalnya melalui APBD 2017 akan ditimbun sisi laut TPI Dinas Kelautanan dan Perikanan untuk pembangunan jaringan PLTG tersebut.

Menurut dia hibah lokasi tidak dilakukan karena PT PLN tersebut juga milik Pemerintah. Namun yang menjadi kendala, lanjutnya, belum adanya pertemuan untuk menjelaskan kepada pihak bandara terkait teknis operasi mesin berkapasitas 10 MW, yang dikhawatirkan dapat menganggu navigasi transportasi udara.

Meski demikian, ia berharap dengan adanya mesin tersebut tidak akan ada keraguan bagi investor untuk berinvesasi di “Kota Senja” Kaimana.

“Lokasinya pemerintah sudah siapkan, ada di TPI Dinas Kelauatan dan Perikanan dan kami akan timbun tahun ini lewat APBD, yang menjadi kendala, PLN harus info ke kepala bandara. Jangan sampai menganggung lalu lintas pendaratan dan pemberangkatan pesawat,” katanya di Kaimana, Jumat (14/4/2017).  

“Saya belum dengar ini, dan aneh kalau atas kehendaknya (PT. PLN) sendiri mengambil keputusan untuk memindahkan proyek dari presiden ini,” lanjutnya.

Manajer PT. PLN Rayon Kaimana, Seno Jain kepada wartawan di Kaimana, Sabtu (15/4/2017) mengaku kesal terhadap pihak-pihak yang sengaja mempersulit hadirnya PLTG berkapasitas 10 MW.

 “Ini bukan barangnya PT. PLN, ini program pemerintah. Ini kan gas. Jadi, tidak mungkin ada cerobong asap, yang saya tanyakan ada menara tower di depan bandara itu tidak dipersoalkan kok yang tanpa cerobong asap dipersoalkan? Kan mesin ini juga untuk kemajuan pembangunan Kaimana kedepan. Jadi, rencana tahun ini sudah ada mesin itu, mungkin ditunda untuk tahun depan,” kata Seno Jain.

Ia juga mengharapkan dukungan masyarakat dan pemerintah agar PLTG tetap dibangun di Kaimana. Dengan demikian 20-30 tahun mendatang Kaimana tak mengalami krisis daya listrik.

“Jangan kita berpikir hari ini, tetapi kita berpikir kedepan. Kalau sekarang daya ada sekitar 3 MW, berarti ada 7 MW masih dicadangkan. Mari kita dukung supaya pembambangunan lancar,” katanya. (Jacob Owen)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Garuda masuk, tiket Wings Air turun 50 persen

Selanjutnya

Tagihan di lokasi wisata Raja Ampat sesuai hukum adat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe