Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Jurnalis lokal dilarang liput launching pesawat herkules di Yahukimo
  • Senin, 17 April 2017 — 12:27
  • 1095x views

Jurnalis lokal dilarang liput launching pesawat herkules di Yahukimo

Menurutnya, jurnalis di Kabupaten Yahukimo bisa dihitung dengan jari dan semuanya anak asli Yahukimo. Sehingga kalau ada yang menanyakan identitas mereka, kemungkinan besar yang bertanya itu orang baru di Yahukimo.
Empat jurnalis yang dilarang meliput launching pesawat herkules di Dekai, Sabtu (15/4/2017) lalu. Ki-Ka, Ardi Bayage, Piter Lokon, Yonatan Itlay dan Herens Lokon - Jubi/Yuliana Lantipo
Yance Wenda
yan_yance@ymail.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Yahukimo, Jubi - Launching pesawat herkules milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU)  A-I332 di bandara Nop Goliat Dekai, diwarnai insiden larangan meliput. Empat jurnalis dari suarapapua.com, tabloidjubi.com dan Koran Mingguan Kabar Kampung tidak diperbolehkan meliput oleh anggota polisi Polres Yahukimo dan pegawai bandara  pada Sabtu (15/4/2017) lalu.

Herens Lokon, reporter Kabar Kampung mengatakan setelah mendengar bahwa pesawat herkules akan mendarat, ia bersama pimpinan Koran Kabar Kampung Yonatan Itlay datang untuk melakukan liputan. Namun sampai di depan pintu masuk keberangkatan bandara Nop Goliat, dua anggota polisi dari Polres Yahukimo, Raden dan Amin serta seorang pegawai bandara bernama Muhammad Afidil melarang keduanya.

"Mungkin karena mereka tidak kenal atau apa saya tidak tau, padahal kita dari Kabar Kampung ini setiap hari di lapangan,”  kata Herens Lokon.

Menurutnya,  jurnalis di Kabupaten Yahukimo bisa dihitung dengan jari dan semuanya anak asli Yahukimo. Sehingga kalau ada yang menanyakan identitas mereka, kemungkinan besar yang bertanya itu orang baru di Yahukimo.

Jurnalis tabloidjubi.com, Piter Lokon dan suarapapua.com Ardi Bayage juga dilarang masuk ke dalam bandara untuk meliput oleh anggota polisi dan pegawai bandara yang sama.

“Mereka mengatakan acara sebentar siang jadi tidak boleh (masuk), padahal pesawat  sementara mendarat di bandara Nop Goliat Dekai,” kata Piter Lokon.

Menurut Piter, saat ia bertanya mengapa tidak boleh masuk meliput, dua anggota polisi dan karyawan bandara tersebut mengaku itu perintah dari Dinas Perhubungan Yahukimo dan pimpinan mereka. Sekalipun keempat jurnalis ini mengatakan hanya akan mengambil foto pesawat herkules yang akan mendarat, mereka tetap dilarang masuk oleh anggota polisi dan pegawai bandara tersebut. Sementara di dalam bandara, tampak beberapa wartawan lainnya yang datang dari Jayapura siap meliput kedatangan pesawat herkules tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Yahukimo, Yakober Mendila ST membantah alasan yang diberikan oleh dua anggota polisi dan pegawai bandara itu.

"Kami dari dinas tidak memperintakan melarang wartawan masuk meliput. Kami lebih senang wartawan liput karena media lah yang menjadi corong untuk mengangkat nama daerah. Untuk apa kita batasi wartawan liput?" Mendila balik bertanya.

Wakapolres Yahukimo, AKBP. Yohan Itlay yang dikonfirmasi Jubi juga mengaku tidak pernah memberikan perintah untuk melarang jurnalis melakukan liputan launching pesawat herkules. Ia menyesalkan sikap anggotanya terhadap jurnalis.

“Kami pimpinan tidak pernah mengatakan untuk melarang media. Mungkin anggota yang larang itu sementara sibuk layani orang di pintu masuk,” kata Wakapolres.(*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Terkait Pilkada di Papua, komisi III DPR RI akan gelar RDP dengan Kapolri

Selanjutnya

Ketua DPRP bantu pembangunan 33 gereja di Lereh

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe