TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Pemekaran Grimenawa hanya "jualan" politik
  • Senin, 17 April 2017 — 18:22
  • 1850x views

Pemekaran Grimenawa hanya "jualan" politik

Katanya tugas DPR Papua dan Gubernur Papua telah selesai. DPR Papua telah menetapkan 23 kabupaten untuk usulan pemekaran kepada pemerintah pusat, November 2013.
Ketua DPR Papua, Yunus Wonda - Jubi/Arjuna
Arjuna Pademme
[email protected]
Editor : Angela Flassy

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Ketua DPR Papua, Yunus Wonda menyatakan, pemekaran Grimenawa dari kabupaten induk, Jayapura hanya dijadikan "jualan" politik. Hingga kini pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Grimenawa belum juga terwujud.

"Pemekaran Grimenawas sudah diperjuangkan 15 tahun. Tapi tidak kunjung terwujud hingga kini diberlakukan moratorium oleh Presiden Jokowi. Grimenawa ini selalu menjadi korban politik. Untuk kepentingan politik. Setelah kepentingan politik terwujud, Grimenawa dilupakan," kata Yunus Wonda di hadapan masyarakat Lereh, Kampung Lapuah, Distrik Kaureh, Kabupaten Jayapura, pekan lalu.

Katanya tugas DPR Papua dan Gubernur Papua telah selesai. DPR Papua telah menetapkan 23 kabupaten untuk usulan pemekaran kepada pemerintah pusat, November 2013.

"Sejak Habel Melkias Suwae menjabat Bupati Jayapura hingga kini, nasib Grimenawa belum jelas. Apalagi kini ada moratorium. Tidak boleh ada pemekaran hingga batas waktu yang belum ditentukan. Ini karena biaya belanja pegawai sudah melebihi APBN," ujarnya.

Menurutnya, secara administrasi, Grimenawa sudah memenuhi syarat.

"Masalah lain Grimenawa, mengenai ibu kota kabupaten. Ini hal sulit diputuskan. Ada yang ingin di Genyem. Ada yang ingin di Kaureh. Ada yang ingin di Tanah Merah, perbatasan Kabupaten Sarmi dan Jayapura," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Ketua DPRP bantu pembangunan 33 gereja di Lereh

Selanjutnya

Uskup Timika: Lebih baik tidak punya uang, daripada tra ada dusun

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat