TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Bomberai
  3. Tagihan di lokasi wisata Raja Ampat sesuai hukum adat
  • Senin, 17 April 2017 — 18:58
  • 1974x views

Tagihan di lokasi wisata Raja Ampat sesuai hukum adat

Ketua Dewan Adat Papua (DAP) wilayah Raja Ampat dan  Byak Betew, Manawir Paul F. Mayor mengapresisai langkah cepat Pemerintah setempat yang merespons aspirasi masyarakat adat. 
Ketua DAP wilayah Raja Ampat dan  Byak Betew, Manawir Paul F. Mayor ketika menyerahkan aspirasi kepada Kepala Bagian Pemerintahan Setda Raja Ampat, Mansur – Jubi/Niko
Niko MB
[email protected]
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Waisai, Jubi – Penagihan bagi pengunjung di lokasi-lokasi wisata di Raja Ampat, Papua Barat dinilai sah sesuai hukum adat dan dewan adat setempat. 

Hal ini dikatakan Kepala Bagian Pemerintahan Setda Raja Ampat, Mansur saat menerima Ketua Dewan Adat Raja Ampat, Senin (17/4/2017). 

“Itu secara hukum sah dan resmi,” kata Mansur.

Aspirasi ini dibawakan masyarakat adat, sebab pungutan kepada wisatawan oleh pemilik ulayat dan masyarakat adat dinilai sebagai pungutan liar (pungli). 

Atas dasar itu, Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati membentuk Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Tim Saber Pungli) yang beranggotakan Kejaksaan, Kepolisian, Pemerintah Raja Ampat. Setelah tim ini dibentuk aktivitas pungutan di spot-spot wisata Raja Ampat dihentikan.

Ketua Dewan Adat Papua (DAP) wilayah Raja Ampat dan  Byak Betew, Manawir Paul F. Mayor mengapresisai langkah cepat Pemerintah setempat yang merespons aspirasi masyarakat adat. 

“Tuntutan masyarakat adat tersebut dapat terakomodir dan tidak menimbulkan kerugian lebih lama. Spot-spot wisata di Raja Ampat merupakan tujuan utama turis mancanegara dan lokal,” katanya. 

Sebelumnya masyarakat adat Raja Ampat mengancam akan memalang seluruh tanah adatnya yang dijadikan spot-spot wisata, terutama di kawasan Wayag dan Pianemo. 

Pemalangan dilakukan jika Pemkab Raja Ampat menghentikan penarikan uang masuk bagi wisatawan oleh masyarakat setempat. (*)

loading...

Sebelumnya

Bupati Kaimana kaget pemasangan PLTG 10 MW ditunda

Selanjutnya

Kota Sorong kekurangan tenaga pengangkut sampah 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat