Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Bomberai
  3. Satpol PP tertibkan penambangan pasir di Kaimana
  • Selasa, 18 April 2017 — 08:36
  • 1278x views

Satpol PP tertibkan penambangan pasir di Kaimana

Satpol PP menertibkan akivitas penambangan tersebut sesuai Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup dan Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 1999 tentang Analisa Dampak Lingkungan Hidup, serta Peraturan Daerah (Perda) Kaimana Nomor 4 tahun 2007 dan Perda Nomor 15 tahun 2014 tentang Pengendalian dan Pengawasan Lingkungan Hidup.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ketika menertibkan galian pasir di Kaimana – Jubi/Jacob Owen
Admin Jubi
redaksionline@tabloidjubi.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Kaimana, Jubi – Beberapa hari terakhir Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kaimana, Papua Barat gencar menertibkan galian C atau penambangan pasir yang marak beroperasi di daerah tersebut.

Satpol PP menertibkan akivitas penambangan tersebut sesuai Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup dan Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 1999 tentang Analisa Dampak Lingkungan Hidup, serta Peraturan Daerah (Perda) Kaimana Nomor 4 tahun 2007 dan Perda Nomor 15 tahun 2014 tentang Pengendalian dan Pengawasan Lingkungan Hidup.

Kepala Satpol PP, Linmas dan Pemadam Kebakaran Kaimana, Ray Ratu D. Come kepada wartawan di Kaimana, Sabtu (15/4/2017) mengatakan, selain melakukan sosialisasi, pihaknya juga mengingatkan sopir truk agar tidak memuat material galian C. Jika hal tersebut dilakukan maka pelanggar akan didenda sebesar Rp 50 juta atau penjara selama enam bulan. 

“Kami sudah edarkan surat juga kepada sopir truk. Jadi, kalau mereka melanggar, kami akan tindak tegas sebagaimana aturan PP 27 tahun 1999 dan UU Nomor 32 dan Perda Nomor 15 Tahun 2014. Di sana jelas sekali dan sanksinya denda Rp 50 juta,” kata Ray. 

Pihaknya terus menertibkan aktivitas galian C hingga ada solusi dari Pemerintah Kaimana untuk menunjuk lokasi dan membebaskan lahan penambangan pasir yang dikelola masyarakat. 

“Kami akan laksanakan pengawasan dengan cara patroli secara rutin setiap hari sampai ada petunjuk dari pemerintah daerah untuk mencari solusi dan menetapkan tempat pengambilan pasir di lahan masyarakat, sehingga ada kontribusi untuk daerah dan masyarakat,” katanya. 

Hingga kini pihaknya menugaskan dua penyidik untuk menyidik pelangar, baik sopir yang memuat pasir maupun masyarakat yang terus melakukan penggalian.

Pihaknya juga secara bertahap akan menertibkan bangunan atau tempat usaha yang mengantongi izin dari dinas terkait. 
Salah satu sopir truk, Udin ketika dimintai tanggapannya mengatakan, pendapatannya berkurang pasca edaran Satpol PP, Linmas dan Pemadam Kebakaran Kaimana soal aktivitas galian C. 

Oleh karena itu, ia mengharapkan agar Pemkab Kaimana memberikan solusi terbaik kepada pihaknya dan masyarakat. 

“Biasanya bisa dua kali sampai tiga kali (baca: muat pasir). Sekarang pesan jadi berkurang, sehingga pendapatan juga ikut menurun. Kami juga minta agar penertiban ini tidak hanya bagi kami dan masyarakat, tetapi juga kepada mereka yang menggali pasir dengan alat di lokasi mereka. Artinya jangan tebang pilih. Masyarakat kecil ditegur sementara pengusaha besar dibiarkan,” katanya. 

Hingga berita ini ditulis Satpol PP Kaimana menertibnkan dua buah truk pengangkut pasir. Hal ini merupakan teguran pertama bagi para sopir. (Jacob Owen)

loading...

Sebelumnya

8.000 peserta siap hadiri Pesparawi di Kaimana

Selanjutnya

Truk sampah di Kota Sorong harus ditambah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe