Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Australia didesak mengubah arah bantuan luar negerinya
  • Selasa, 18 April 2017 — 15:13
  • 715x views

Australia didesak mengubah arah bantuan luar negerinya

Organisasi World Vision mendesak pemerintah Australia untuk mengevaluasi peranan bantuan luar negeri yang diberikannya kepada negara-negara lain selama kebijakan luar negeri 10 tahun mendatang. 
Tim Costello/RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Canberra, Jubi – Organisasi World Vision mendesak pemerintah Australia untuk mengevaluasi peranan bantuan luar negeri yang diberikannya kepada negara-negara lain selama kebijakan luar negeri 10 tahun mendatang. 

Desakan itu muncul setelah organisasi kerjasama ekonomi negara maju (OECD) merilis laporannya bahwa Australia kini menempati posisi ke 17 atau turun satu peringkat dari 29 negara pemberi bantuan luar negeri. 

Anggaran bantuan luar negeri Australia kini hanya 0,22 persen dari pendapatan nasional. Angka ini merupakan angka terendah sepanjang sejarah. “Saya kira kebanyakan orang Australia akan berpendapat jika pemerintah memotong anggaran pembangunan di negara-negara yang tidak memiliki pelayanan air bersih yang baik, pengungsi yang kehilangan harapan akan terus berdatangan ke sini,” ujar Ketua Advokasi World Vision, Tim Costello.

Kendati sudah diperingatkan seperti itu, masih banyak anggota parlemen yang berpikir bahwa anggaran bantuan luar negeri harus dipotong. Padahal, bantuan luar negeri bisa mendukung kondusifitas berbisnis bagi Australia di negara tujuan. “Ketika kita memotong bantuan 40 persen di Myanmar, yang ekonominya sedang tumbuh, sementara Inggris dan China tidak memotong anggarannya, tolong katakan pada saya, siapa yang akan mendapat kontrak bisnis di Myanmar?” katanya.

Bantuan luar negeri Australia secara tidak langsung membantu ketahanan Australia sendiri dalam menghadapi epidemic global dan krisis finansial global selama ini. Oleh karena itu, Costello berharap agar dalam kebijakan luar negeri 10 tahun mendatang, Australia memikirkan usul pemotongan anggaran bantuan luar negeri yang kini sedang dibahas di parlemen.

“Mengutamakan kepentingan nasional sebagai negara perdagangan yang bergantung pada ekspor, maka Australia seharusnya memegang janjinya memajukan pembangunan di negara-negara lain,” tuturnya. **

loading...

Sebelumnya

Politik Kepulauan Marshall masih dikooptasi AS

Selanjutnya

Kepolisian PNG mengutuk insiden di pulau Manus

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe