Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Uskup Timika: Lebih baik tidak punya uang, daripada tra ada dusun
  • Selasa, 18 April 2017 — 18:08
  • 1542x views

Uskup Timika: Lebih baik tidak punya uang, daripada tra ada dusun

“Lebih baik tidak punya uang daripada tra punya dusun. Kita hidup dari tanah. Program ini berbasis masyarakat pemilik hak,” kata Mgr. John Philip 
Anak-anak Papua bercocok tanam di kebun – Jubi/Ist
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Dominggus Mampioper

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Paniai, Jubi – Uskup Keuskupan Timika, Papua, Mgr. John Philip Saklil, Pr  mengatakan, program keuskupan adalah melindungi dan mengelola hak hidup masyarakat Papua yang masih bergantung pada dusun.

“Lebih baik tidak punya uang daripada tra punya dusun. Kita hidup dari tanah. Program ini berbasis masyarakat pemilik hak,” kata Mgr. John Philip 

Saklil, Pr kepada Jubi melalui pesan elektronik, Selasa (18/4/2017) usai misa Hari Ulang Tahun Keuskupan Timika ke 13 di Timika.

Dia mengatakan dalam misa HUT ke 13 Keuskupan Timika meliputi Kabupaten Mimika, Paniai, Deiyai, Dogiyai dan Intan Jaya adalah untuk mengajak para pastor terlibat. Keuskupan Timika diresmikan bersamaan dengan perubahan status dari gereja paroki tiga raja menjadi gereja Katedral tiga raja sejak 18 April 2004.

“Misa tadi saya ajak para pastor untuk terlibat dalam gerakan tungku api sebagai gerakan melindungi dan mengelola sumber hak hidup masyarakat lokal. Kenyataan dengan arus perkembangan masyarakat lokal tersisih dalam pelbagai aspek,” ungkap Saklil. 

Uskup Timika, John Philip Saklil Pr mengatakan Gerakan Tungku Api adalah upaya perlindungan pengelolaan hak sumber ekonomi masyarakat pemilik hak ulayat masyarakat asli Mimika, Amungme dan Kamoro.

Ia juga mengatakan latar belakang gerakan ini adalah potret kemiskinan masyarakat pemilik hak ulayat akibat pertambahan penduduk di wilayah perkotaan, masuknya investor perkebunan yang membabat habis hutan sagu dan diganti perkebunan sawit, lahan tidur/tidak produktif, mental atau karakteristik pemilik dusun yang mudah dipengaruhi untuk menjual lahan.

Oleh karena itu kata Gaiyabii sebutan Uskup John, penyelamatan dan pengelolahan hak milik tanah dan dusun ada modal terakhir milik masyarakat pribumi. Kalau sumber hak ini dilepaskan atau dijual ke pihak lain, maka kemiskinan dan kehancuran masyarakat akan terjadi berbagai bencana. 

“Upaya program ini harus dilihat dari semua aspek, terutama penguatan lembaga dan komunitas adat, legalitas hak dari pihak pemerintah, proteksi pemasaran dan pemberdayaan masyarakat pemilik dusun dan aspek lainnya,” kata dia. 

Maka itu, ia meminta kepada semua umat Katolik terutama pemimpin gereja agar bekerja sama dengan semua pihak yang berkepentingan. “Paskah akan menjadi sukacita kalau tungku api keluarga tetap menyala. Aleluia,” kata dia.

Secara terpisah Sekretaris II Dewan Adat Papua (DAP), John NR. Gobay mengatakan, masyarakat adat adalah kelompok masyarakat yang hidup berdasarkan asal-usul leluhur secara turun temurun di wilayah adat. Oleh karena itu lanjut Gobay, masyarakat adat jelas memiliki kedaulatan atas tanah dan kekayaan alam, kehidupan sosial budaya yang diatur oleh hukum adat, dan lembaga adat dalam mengelola keberlangsungan kehidupan masyarakatnya.

Ia mengatakan, hutan bagi masyarakat setempat ibarat gudang penyimpan makanan dan sumber obat obatan tradisional. Di balik rimbunnya hutan Papua lanjut Gobay ternyata ada tersimpan beraneka ragam pengetahuan tradisional dan kearifan lokal yang belum sempat didokumentasi dan diteliti secara mendalam.

"Jangan pinggirkan masyarakat adat dari tanah leluhur mereka," pesan penulis buku berjudul Menggagas bentuk pemerintahan khusus di Papua. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Pemekaran Grimenawa hanya "jualan" politik

Selanjutnya

Apapun latar belakang cagub/cawagub Papua tak masalah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe