Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. KEIN: di Papua perlu pendekatan sosio-antropologis
  • Selasa, 18 April 2017 — 18:36
  • 1513x views

KEIN: di Papua perlu pendekatan sosio-antropologis

“Tak terlepas juga, pembangunan di Papua harus mengawinkan pendekatan teknokratik dengan pendekatan sosio-antropologis atau kekhasan wilayah komunal atau adat,” katanya pada acara Focus Grup Discussion (FGD) Regional Growth Strategy Pertumbuhan Ekonomi yang Lebih Tinggi, Merata, dan Berkelanjutan di Swiss-Bell Hotel Papua, Selasa (18/4/2017).
Kepala Bappeda Papua Muhamad Musaad dan Wakil Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional Arif Budimanta –Jubi/ Sindung Sukoco.
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
 
Jayapura, Jubi – Wakil Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional, Arif Budimanta mengungkapkan perlu adanya stategis khusus untuk mendorong perekonomian daerah dan pemerintah harus membuat kebijakan dan program yang disesuaikan dengan potensi dan keadaan di daerah.

Untuk Papua, katanya, sektor di luar pertambangan dan mineral harus lebih dikembangkan, khususnya pertanian, perikanan, dan UMKM.
 
“Tak terlepas juga, pembangunan di Papua harus mengawinkan pendekatan teknokratik dengan pendekatan sosio-antropologis atau kekhasan wilayah komunal atau adat,” katanya pada acara Focus Grup Discussion (FGD) Regional Growth Strategy Pertumbuhan Ekonomi yang Lebih Tinggi, Merata, dan Berkelanjutan di Swiss-Bell Hotel Papua, Selasa (18/4/2017).
 
Jika ini bisa dikembangkan, lanjutnya, Papua bisa berkontribusi pertumbuhan ekonomi sesuai dengan harapan Presiden Jokowi dengan potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5,1 persen seperti yang ditargetkan.
 
Arif menilai, kontribusi perekonomian Papua jika dikeluarkan sektor tambang dan mineral, relatif masih di atas rata-rata nasional. Tinggal bagaimana APBN dan APBD melalui Otsus dikontribusikan untuk pengembangan tenaga kompeten untuk perekonomian yang berbasis pertanian, perkebunan, dan perikanan di setiap wilayah adat yang memiliki adaptasi. 
 
“Ini akan menjawab kebutuhan Papua setelah dana Otsus tidak ada pada 2020, sehingga Papua akan mendapat kompensasi selain dari tambang,” ujarnya.
 
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Papua Muhamad Musaad mengungkapkan, Provinsi Papua telah menegaskan bahwa pendekatan pembangunan ekonomi yang dilakukan saat ini lebih melegitimasi berbasis budaya.
 
“Apa yang dibawa oleh teman-teman KEIN itu sama dan sejalan, makanya kita tidak membawa komoditas-komoditas baru masuk ke Papua, tetapi mengembangkan sesuai yang ada di masyarakat dan diharapkan menjadi unggulan, kalau di Biak ya pastinya perikanan kelautan yang dikembangkan, di Jayapura atau Mamta coklat dan kelapa, di Meepago kopi, “ ujar Musad. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Peringati Paskah, Elisabeth Salon lakukan promo

Selanjutnya

BPS gelar rapat teknis untuk lanjutkan Sensus Ekonomi 2016

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe