TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Ini kata Kadis PU soal pemalangan TPA Koya Karang
  • Rabu, 19 April 2017 — 16:17
  • 796x views

Ini kata Kadis PU soal pemalangan TPA Koya Karang

“Yang memalang ini Wenson Merabia yang mengklaim mempunyai hak ulayat di sana. Sebenarnya sudah beberapa kali kami jelaskan, tapi tetap dipalang,” katanya.
TPA Baru di Koya Karang yang dipalang oleh masyarakat dan Ondoafi – Jubi/Dok
Hengky Yeimo
[email protected]
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura Jubi – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Jayapura, Nofdi Rampi mengatakan, pemalangan Tempat Pembuangan Akhir Koya Karang, Distrik Muara Tami oleh sekelompok warga sudah dilaporkan kepada wali kota dan sekretaris daerah.

“Pemalangan itu dilakukan oknum bernama Mirhabia. Tuntutannya tiga; TPA banyak lalatnya, TPA-nya berbau, dan Pemerintah Kota salah membayar pembebasan lahan,” katanya kepada Jubi di Jayapura, Selasa (18/4/2017).

Menurutnya tuntutan TPA berbau dan banyak lalat tidak berdasar, sebab TPA ini memenuhi standar santitary lanfill. Sampah dibuang langsung ke lubang, lalu dipadatkan dan menyatu dengan tanah.

Ia mengaku sudah membayar lahan seluas 20 hektare, dan semua pihak diundang saat proses pembayaran.

“Yang memalang ini Wenson Merabia yang mengklaim mempunyai hak ulayat di sana. Sebenarnya sudah beberapa kali kami jelaskan, tapi tetap dipalang,” katanya.

Disebutnya, agak sulit membedakan siapa sebenarnya pemilik hak ulayat, karena keributan terjadi setelah transaksi dan pembebasan lahan.

“Kemudian muncul alasan ketika pertemuan tidak datang, saya pikir itu tidak mungkin, karena kami sudah rapat beberapa kali dan ribut juga. Jadi, kami dapatkan pembebasan tidak segampang itu, karena kami melakukan pertemuan-pertemuan,” katanya.

Ia mengatakan, banyak persoalan tanah di kota ini. Tiap orang mengklaim tanah miliknya. Namun tidak ada batasan yang jelas soal kepemilikannya.

“Saya bisa mengambil langkah tegas secara hukum karena jelas tanah itu milik pemerintah daerah. Sudah dibuktikan dengan pelepasan tanah dan surat PUR dari BPN. Sekarang lagi diproses sertifikatnya,” katanya.

Warga Koya Karang, Siska mengatakan, terdapat benjolan-benjolan kecil di wajah anaknya usai mandi di sumur sekitar lokasi TPA. Tetangganya juga mengalami gatal-gatal pada kulit. Oleh karenanya, warga melarang pembuangan sampah di lokasi itu. “Silakan cari dan buang di tempat lain,” katanya.

Pemalangan TPA ini dilakukan sejak 3 April hingga 18 April 2017 atas persetujuan ondoafi setempat. (*)

loading...

Sebelumnya

Terseret arus di pantai Hamadi, Dimas ditemukan tewas

Selanjutnya

Warga tujuh kampung blokir jalan Demta

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat