Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Sulawesi
  3. Karawo punya dampak bagi ekonomi Gorontalo
  • Rabu, 19 April 2017 — 20:18
  • 2399x views

Karawo punya dampak bagi ekonomi Gorontalo

Dari data yang ada, pihak perbankan terus menyalurkan kredit kepada 4.500 pengrajin sulaman khas Karawo di Gorontalo
Sulaman Karawo khas Gorontalo (Jubi/Wikipedia)
ANTARA
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 

Gorontalo, Jubi - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Gorontalo Winarni Monoarfa menilai industri sulaman khas Gorontalo "Karawo", memberikan efek terhadap perkembangan ekonomi di daerah, khususnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

"Dari data yang ada, pihak perbankan terus menyalurkan kredit kepada 4.500 pengrajin sulaman khas Karawo di Gorontalo," kata Winarni, Rabu (19/4).

Dijelaskannya, lewat perjanjian kerja sama antara Pemprov Gorontalo dengan Bank Indonesia, terlihat sebuah keinginan yang besar dalam menumbuhkembangkan kerajinan Karawo, karena memang melibatkan tenaga kerja yang cukup banyak.

Untuk pengembangan sulaman khas Karawo sendiri, tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop), tetapi sudah berkembang seperti halnya binaan yang dilakukan oleh pihak perbankan di Gorontalo.

"Oleh karena itu, lewat perjanjian kerja sama ini adalah ingin menguatkan kembali komitmen kita dalam beberapa hal, karena pengembangan Karawo menjadi sebuah komoditi yang akan dijual masih menemukan berbagai kendala," ujar Sekda.

Diantaranya adalah waktu untuk memproduksi Karawo masih cukup lama, namun tentu dengan kualitas hasil yang sangat bagus. Karena prosesnya cukup lama, maka konsekuensi harganya dianggap mahal.

"Saya selalu memberikan pengertian, bila mana ada orang yang mengatakan kalau Karawo mahal, karena memang pengerjaanya pun membutuhkan waktu yang lama," ujarnya.

Kendala lainya, kata sekda, adalah dari segi motif atau desain, namun melalui Disperindag, pemerintah sudah melakukan pembinaan khusus untuk peningkatak kualitas desain dengan mengundang perancang dari Jakarta.

Katanya, Ini adalah bentuk inovasi yang harus terus dipikirkan bersama, sehingga jika Karawo ini permintaannya besar, maka kita sudah harus siap stok dengan desain yang variatif.(*)

 


 


 


 


 

loading...

#

Sebelumnya

Pemkot Gorontalo targetkan 500 asuransi nelayan

Selanjutnya

Polisi temukan penangkap Penyu hijau

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat