Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Hanya 10 persen peserta UNBK susulan di Kota Jayapura
  • Rabu, 19 April 2017 — 23:26
  • 760x views

Hanya 10 persen peserta UNBK susulan di Kota Jayapura

“Ujian susulan untuk peserta didik yang tidak bisa ikut UNBK karena sakit ataupun soal dari pusat tidak terkoneksi ke komputer,” katanya melalui pesan ponsel kepada Jubi, Senin (18/4/2017).
Dua siswa di SMAN 4 Jayapura sedang mengikuti UNBK susulan – Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
 
Jayapura, Jubi –
Kepala Bidang (Kabid) SMA/SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Nurhadi mengatakan, hanya 10 persen peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) susulan tingkat SMA dan SMK di Kota Jayapura.
 
“Ujian susulan untuk peserta didik yang tidak bisa ikut UNBK karena sakit ataupun soal dari pusat tidak terkoneksi ke komputer,” katanya melalui pesan ponsel kepada Jubi, Senin (18/4/2017).
 
Nurhadi berharap pelaksanaan UNBK susulan tidak mengalami masalah pada perangkat komputer.
 
“Untuk itu saya meminta kepada pihak sekolah agar menyiapkan komputer yang memiliki kapasitas tinggi sehingga tidak terjadi masalah pada penerimaan token soal,” ujarnya.
 
Proktor SMAN 4 Jayapura, Amonang Simanjuntak saat dijumpai Jubi disela-sela pelaksanaan UNBK susulan di sekolah tersebut mengatakan, untuk di SMAN 4 Jayapura ada dua peserta didik yang mengikuti ujian susulan.
 
“Sebenarnya yang terdata ada lima peserta didik, namun yang ikut hanya dua, tiga lagi dua siswa sudah keluar dari sekolah dan satu peserta didik telah meninggal dunia,” katanya.
 
Dikatakan, sebenarnya pelaksanaan ujian susulan tersebut dilakukan pada pukul 10.30 WIT sesuai jadwal. Namun hingga pukul 11.30 WIT token soal belum juga muncul.
 
“Kami berharap tidak ada masalah pada pelaksaan ujian susulan saat ini, ini bukan kesalahan siswa tetapi lebih kepada kesalahan eksternal,” ujarnya.
 
Di tempat terpisah, Kepala SMAN 4 Jayapura Laba Sembiring mengaku pelaksanaan ujian susulan di sekolah yang dipimpinnya tersebut bukan kesalahan peserta.
 
“Anak didik kami pada saat ujian lalu memang hadir, namun komputernya tidak bisa menerima token soal, jadi sistemnya yang error dan saya tegaskan bahwa ini bukan kesalahan pada kami,” katanya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Disdikbud-Masmedia gelar workshop penilaian Kurikulum 2013

Selanjutnya

Penderita malaria dan ISPA masih tinggi di Puskesmas Dosay

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe