Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Maluku
  3. Pemkot Ambon canangkan pengobatan filariasis
  • Minggu, 02 Oktober 2016 — 13:48
  • 1660x views

Pemkot Ambon canangkan pengobatan filariasis

Pemerintah Kota Ambon mencanangkan kegiatan Pemberian Obat Pencegahan Masal (PPOM) Filariasis atau kaki gajah 2016.
Pengidap filariasis di Subang. --tempo.co
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Lina Nursanty

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Ambon, Jubi - Pemerintah Kota Ambon mencanangkan kegiatan Pemberian Obat Pencegahan Masal (PPOM) Filariasis atau kaki gajah 2016. Pencanangan PPOM tahun kedua ditandai itu dengan penyerahan dan minum obat filariasis oleh perwakilan dari berbagai unsur yakni PNS, siswa SD, hingga SMA, dan masyarakat di Ambon, Sabtu (1/10/2016).

Pejabat Wali Kota Ambon Frans Johanes Papilaya menyatakan penyakit kaki gajah merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia terutama di daerah pedesaan, seluruh wilayah di Indonesia berisiko terjangkit penyakit ini karena penyebab utama adalah nyamuk yang tersebar luas di berbagai tempat.

"Hal ini disebabkan lingkungan yang kurang bersih dan rusak akibat bencana atau konflik sosial, yang memungkinkan timbulnya perkembangbiakan nyamuk," katanya.

Ia mengatakan penyakit kaki gajah disebabkan infeksi cacing malaria limfatik yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat kronis dan jika tidak mendapat pengobatan dengan baik dapat menimbulkan cacat tetap seperti pembesaran kaki, lengan, alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki.

Ciri-ciri awal penyakit kaki gajah yakni terjadi benjolan di ketiak dan kelir yang berulang-ulang seperti bisul disusul demam.

"Seorang penderita filariasis yang mengalami pembengkakan pada kaki atau tangannya atau perempuan yang mengalami pembesaran di payudara, sedangkan laki-laki di buah pelirnya menandakan penyakit itu sudah kronis," katanya.

Diakuinya, untuk memutuskan mata rantai penularan serta menekan angka kesakitan kasus kaki gajah di Kota Ambon, perlu ditindaklanjuti dengan pengobatan masal dengan jangka waktu lima tahun berturut-turut.

Pelaksanaan POPM di kota Ambon telah dilaksanakan sejak tahun 2009 - 2013, tetapi belum mencapai target nasional yang ditetapkan yakni sebesar 85 persen penduduk yang minum obat.

"Tidak lanjut pengobatan masal dilakukan lagi pada periode 2015 - 2019, Tahun 2015 merupakan tahun pertama dan jumlah penduduk yang telah meminum obat baru mencapai 74 persen, sehingga dibutuhkan kerja keras pemerintah terutama instansi terkait," ujarnya.

Frans menjelaskan, tujuan pemberian obat secara masal adalah untuk menekan dan menurunkan angka kesakitan kaki gajah di kota Ambon, dengan pengobatan terhadap seluruh penduduk yang berusia 2 - 70 tahun dan tidak dalam keadaan sakit.

Selain itu memutuskan mata rantai penularan dan menekan angka kesakitan akibat penyakit tersebut, diharapkan setelah pencanangan masyarakat dapat mengambil dan meminum obat kaki gajah.

"Saya mengimbau seluruh warga kota untuk segera datang ke puskesmas atau peskesmas pembantu terdekat untuk mendapatkan obat pencegahan penyakit kaki gajah," kata Frans. (*)
 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Sulut ekspor bunga pala ke lima negara

Selanjutnya

Gubernur Maluku usulkan tiga nama pejabat ke Mendagri

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe