Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Otonomi
  3. Dinas tanaman pangan kembangkan beras analog
  • Kamis, 20 April 2017 — 07:31
  • 1125x views

Dinas tanaman pangan kembangkan beras analog

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Papua, Semuel Siriwa mengatakan sejak beras analog diperkenalkan ke publik tahun lalu, pihaknya terus melakukan sosialisasi termasuk memberikan pelatihan kepada 125 petani yang memiliki home industri untuk memproduksi beras analog tersebut.
 Ilustrasi beras - tempo.co  
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Yuliana Lantipo

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Papua menyatakan telah mengembangkan beras analog dengan menyiapkan dua unit alat pengolahan untuk mendorong petani meningkatkan produksinya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Papua, Semuel Siriwa mengatakan sejak beras analog diperkenalkan ke publik tahun lalu, pihaknya terus melakukan sosialisasi termasuk memberikan pelatihan kepada 125 petani yang memiliki home industri untuk memproduksi beras analog tersebut.

"Para petani yang sudah kami latih ini, kami coba fasilitasi dengan menyiapkan alat pengolahan home industri untuk kemudian kami dorong agar memproduksi ke skala menengah," kata Siriwa kepada wartawan, di Jayapura, Rabu (19/4/2017).

Menurutnya, saat ini alat pengolahan beras analog sudah berada di rumah pengolahan yakni di Diklat Sentani. "Untuk itu, dirinya berharap semuanya bisa terlaksana dengan baik," tambahnya.

Ia menjelaskan, 125 Petani yang dilatih berasal dari beberapa kabupaten di lima wilayah adat Papua yang memiliki potensi bahan baku untuk pembuatan beras analog. Untuk itu, pihaknya terus berupaya mengembangkan produksi beras analog ini sebagai pengganti beras padi.

"Tentunya kami berharap suatu saat beras analog ini bisa masuk ke Istana. Bahkan melalui kelompok kerja yang dibentuk Presiden untuk mengurus pasar Mama Papua, mereka juga sudah melihat dan mendorong apa yang telah kami lakukan. Kita berharap bisa mendapat bantuan tambahan mesin pengolahan. Yang nantinya untuk produksi kita pusatkan di Sentani di rumah pengolahan pangan lokal," kata Siriwa.

Beras analog merupakan beras berbentuk tepung yang terbuat dari bahan pangan lokal seperti sagu, ubi jalar, kemudian ditambahkan minyak buah merah. Beras ini telah melalui proses kajian ilmiah dan asli produksi dari Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Papua.

Siriwa menejalaskan beras ini mengandung zat zat bergizi yang baik untuk dikonsumsi oleh tubuh manusia. Pihaknya sedang mencoba kembangkan di daerah yang memiliki potensi bahan bakunya.

“Cara memasaknya juga praktis, cukup dimasukkan ke penanak nasi dalam lima menit sudah siap saji. Kalaupun terpaksa berada di tempat yang sulit, dan tidak bidan makan ikan, sudah cukup makan nasi ini saja karena mengandung buah merah yang tinggi omega tiga dan enaknya,” jelasnya.

Terpisah, Ruth Abigael, warga kota Jayapura mengaku belum mengetahui tentang beras analog dan tidak pernah melihatnya di pasaran.

"Kalau memang beras ini bergizi dan sangat baik untuk masyarakat, tentu kami sangat mendukung. Tapi wujud dari beras itu belum pernah kami lihat, mungkin harus disosialisasikan lagi," kata Ruth. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Gubernur Papua minta renja pemkab tak diubah

Selanjutnya

Pemprov Papua akan bangun patung Yesus setinggi 43 meter

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe