Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Hasil imbang tidak ada hubungan dengan pergantian pelatih
  • Kamis, 20 April 2017 — 07:59
  • 845x views

Hasil imbang tidak ada hubungan dengan pergantian pelatih

Fighting spirit tim di laga perdana menjadi faktor mengapa Persegres mencuri 1 poin di Mandala, namun 3 tim yang seri di laga perdana itu adalah tim yang memiliki mental spirit sebagai juara.
Tim Persipura usai latihan di stadion Mandala Jayapura – Jubi/Andre Weleurat
Andreas Weleurat
Editor : Jean Bisay
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Banyak Tanggapan dan masukan dari para pengamat dan mantan pemain saat Persipura ditahan imbang Persegres Gresik United pada laga, Selasa (18/04/2017) di stadion Mandala.

Ketua Perhimpunan Ahli Ilmu Faal Olahraga Indonesia (PAIFORI) Papua, Daniel Womsiwor mengatakan jika 3 tim elite Indonesia (Persipura, Arema dan Bandung) draw di laga perdana, kebanyakan pendukung kecewa.

Fighting spirit tim di laga perdana menjadi faktor mengapa Persegres mencuri 1 poin di Mandala, namun 3 tim yang seri di laga perdana itu adalah tim yang memiliki mental spirit sebagai juara.

"Gresik belum masuk tim kandidat juara Liga sejauh ini. Semua tau kalau pemain Persipura yang tidak menekan lawan saat leding 1 gol. Pertahanan kita main sangat lambat  sehinga lawan leluasa mendikte dan intervensi pertahanan kita maka gol balasan tercipta," kata Daniel Womsiwor kepada Jubi di Jayapura, Rabu (19/04/2017).

Ia mengatakan, hasil imbang Persipura saat berhadapan dengan Gresik tidak ada hubungan dengan pergantian pelatih. Tapi kata dia, itu murni kesalahan pemain bertahan yang bermain lambat dan kurang koordinasi.

"Selain itu faktor cuaca juga sangat mendukung Tim lawan untuk main terbuka. Jika main pukul 15.30 saya kira Gresik tidak akan main seperti itu," katanya.

Berbeda pendapat, mantan penjaga gawang Persipura Nico Dimo mengatakan, lebih baik Persipura tunjuk asisten pelatih Mettu Dwaramuri sebagai pelatih kepala dari pada mendatangkan pelatih lokal asal Indonesia.

"Jauh-jauh datangkan pelatih tanpa warna, pelatih yang punya warna namanya jelas hanya Mettu Dwaramuri. Mo, simpan dia jadi asisten sampai berapa lama. Jangan buat coach Mettu hanya jadi "joggos", dia pernah jadi idola pemain Indonesia. Tunggu apa, serahkan tim pada gelandang elegen Persipura era 80an itu," kata Nico Dimo.

Ia mengakui untuk pelatih lokal dari luar Papua tercatat tidak bertahan lama menangani Persipura. Salah satu contohnya Jafri Sastra, pelatih lokal yang datang menangani Persipura dan tidak lama didepak manajemen.

"Liestiadi bisa-bisa tak seumur jagung didepak lagi. Coach Mettu yang seumur padi menguning dan cukup lama di dalam tim malah ditempatkan jadi asisten Liestiadi. Tanya coach Mettu siapa di antara mereka berdua yang disegani ketika bermain sebagai pemain Timnas, pasti coach Mettu-lah," tegas Nico. (*)

loading...

Sebelumnya

Persidafon mulai seleksi pemain

Selanjutnya

Persipura ke Bali bukan jalan-jalan, tapi mau petik poin

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat