PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Hasil imbang tidak ada hubungan dengan pergantian pelatih
  • Kamis, 20 April 2017 — 07:59
  • 620x views

Hasil imbang tidak ada hubungan dengan pergantian pelatih

Fighting spirit tim di laga perdana menjadi faktor mengapa Persegres mencuri 1 poin di Mandala, namun 3 tim yang seri di laga perdana itu adalah tim yang memiliki mental spirit sebagai juara.
Tim Persipura usai latihan di stadion Mandala Jayapura – Jubi/Andre Weleurat
Andreas Weleurat
andreasweleurat@gmail.com
Editor : Jean Bisay

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Banyak Tanggapan dan masukan dari para pengamat dan mantan pemain saat Persipura ditahan imbang Persegres Gresik United pada laga, Selasa (18/04/2017) di stadion Mandala.

Ketua Perhimpunan Ahli Ilmu Faal Olahraga Indonesia (PAIFORI) Papua, Daniel Womsiwor mengatakan jika 3 tim elite Indonesia (Persipura, Arema dan Bandung) draw di laga perdana, kebanyakan pendukung kecewa.

Fighting spirit tim di laga perdana menjadi faktor mengapa Persegres mencuri 1 poin di Mandala, namun 3 tim yang seri di laga perdana itu adalah tim yang memiliki mental spirit sebagai juara.

"Gresik belum masuk tim kandidat juara Liga sejauh ini. Semua tau kalau pemain Persipura yang tidak menekan lawan saat leding 1 gol. Pertahanan kita main sangat lambat  sehinga lawan leluasa mendikte dan intervensi pertahanan kita maka gol balasan tercipta," kata Daniel Womsiwor kepada Jubi di Jayapura, Rabu (19/04/2017).

Ia mengatakan, hasil imbang Persipura saat berhadapan dengan Gresik tidak ada hubungan dengan pergantian pelatih. Tapi kata dia, itu murni kesalahan pemain bertahan yang bermain lambat dan kurang koordinasi.

"Selain itu faktor cuaca juga sangat mendukung Tim lawan untuk main terbuka. Jika main pukul 15.30 saya kira Gresik tidak akan main seperti itu," katanya.

Berbeda pendapat, mantan penjaga gawang Persipura Nico Dimo mengatakan, lebih baik Persipura tunjuk asisten pelatih Mettu Dwaramuri sebagai pelatih kepala dari pada mendatangkan pelatih lokal asal Indonesia.

"Jauh-jauh datangkan pelatih tanpa warna, pelatih yang punya warna namanya jelas hanya Mettu Dwaramuri. Mo, simpan dia jadi asisten sampai berapa lama. Jangan buat coach Mettu hanya jadi "joggos", dia pernah jadi idola pemain Indonesia. Tunggu apa, serahkan tim pada gelandang elegen Persipura era 80an itu," kata Nico Dimo.

Ia mengakui untuk pelatih lokal dari luar Papua tercatat tidak bertahan lama menangani Persipura. Salah satu contohnya Jafri Sastra, pelatih lokal yang datang menangani Persipura dan tidak lama didepak manajemen.

"Liestiadi bisa-bisa tak seumur jagung didepak lagi. Coach Mettu yang seumur padi menguning dan cukup lama di dalam tim malah ditempatkan jadi asisten Liestiadi. Tanya coach Mettu siapa di antara mereka berdua yang disegani ketika bermain sebagai pemain Timnas, pasti coach Mettu-lah," tegas Nico. (*)

Sebelumnya

Persidafon mulai seleksi pemain

Selanjutnya

Persipura ke Bali bukan jalan-jalan, tapi mau petik poin

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua