Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Pekerja Kampus Malapoa mogok kerja
  • Kamis, 20 April 2017 — 14:45
  • 830x views

Pekerja Kampus Malapoa mogok kerja

Kurang lebih 150 pekerja konstruksi di proyek perluasan kampus Malapoa di Port Vila melancarkan aksi mogok kerja pada Rabu (19/4/2017).
Para pekerja Malapoa mogok kerja/dailypost.vu
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Port Vila, Jubi – Kurang lebih 150 pekerja konstruksi di proyek perluasan kampus Malapoa di Port Vila melancarkan aksi mogok kerja pada Rabu (19/4/2017). Mereka mogok kerja sebagai bentuk protes karena keterlambatan pembayaran gaji mereka dan beberapa persoalan lainnya di tempat kerja.

Kepada Dailypost, para pekerja menyampaikan bahwa mereka tidak senang akan kondisi pekerjaan mereka, termasuk keterlambatan gaji, pengurangan gaji yang tidak jelas, penyerahan gaji kepada pegawai hanya dengan menggunakan amplop, dan tidak ada slip gaji ketika mereka menerima gajinya itu.

Mereka juga protes karena tidak ada hari libur. Mereka dipaksa bekerja dari Minggu sampai Minggu lagi, bahkan di hari libur nasional. Meski begitu, mereka tidak pernah menerima upah lembur yang seharusnya mereka terima. “Kami tidak punya waktu yang cukup untuk dihabiskan bersama keluarga karena kami harus bekerja setiap hari dari jam 7 pagi sampai 6.30 malam dan bahkan hingga pukul 2  pagi,” kata pekerja.

Menanggapi hal itu, perusahaan yang mempekerjakan mereka yaitu Yianjian Group, sebuah perusahan konstruksi dari Tiongkok berpendapat bahwa keterlambatan pembayaran gaji itu karena adanya libur Paskah dan bank tutup.

“Kami biasanya membayar gaji pekerja kami setiap tanggal 17 tiap bulan dan tanggal 2 tiap bulannya. Tanggal 17 bulan lalu kebetulan hari libur nasional  dan bank baru mulai bekerja pada Rabu,” ujar juru bicara Yianjian.

Ia menambahkan, bahwa perusahaannya telah bekerja sesuai hukum ketenagakerjaan. Target utama mereka yaitu untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Yianjian Construction Company kini tengah menjalankan proyek kampus Malapoa senilai 1,2 Miliar Vatu. Proyek tersebut membuka lapangan kerja bagi kurang lebih 100 orang penduduk lokal.**

loading...

Sebelumnya

Pengadilan ampuni pengungsi yang kabur ke Fiji

Selanjutnya

Tiongkok akan tingkatkan bantuan untuk Pasifik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6150x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5737x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3864x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe