Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Saireri
  3. Tak punya KPS, RSUD Nabire tetap layani OAP
  • Minggu, 02 Oktober 2016 — 19:42
  • 537x views

Tak punya KPS, RSUD Nabire tetap layani OAP

“Sekalipun tidak ada kartu berobat atau surat rujukan kami tetap melayani. Kami hanya melihat dari sisi kemanusiaan dan tidak mungkin menelantarkan pasien. Jadi kalau tidak percaya apa yang kami sampaikan silahkan cek langsung ke ruangan, pasiannya,” lanjutnya.
Seorang Pasien di Ruangan Internal Pria RSUD Nabire - Jub/Titus
Titus Ruban
Editor : Angela Flassy
LipSus
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:14 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:38 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 09:47 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Nabire, Jubi – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire tetap memberikan pelayanan kesehatan bagi Pasien Orang Asli Papua (OAP) walaupun pasien belum atau tidak memiliki Kartu Papua Sehat (KPS) maupun JKN.

“Kami mengacuh pada Undang-Undang Otsus. Walaupun OAP  tidak memiliki KPS dan JKN, mereka tetap kami layani secara gratis pada pelayanan rawat inap maupun rawat jalan,” ujar Direktur RSUD Nabire dr.Johny R. Tandisau saat ditemui di Nabire, Jumat (30/9/2016).

Bukan hanya pasien dari kabupaten Nabire, asien dari kabupaten tetangga seperti Paniai, Deiyai, Dogiyai juga tetap dilayani.

“Sekalipun tidak ada kartu berobat atau surat rujukan kami tetap melayani. Kami hanya melihat dari sisi kemanusiaan dan tidak mungkin menelantarkan pasien. Jadi kalau tidak percaya apa yang kami sampaikan silahkan cek langsung ke ruangan, pasiannya,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Ruangan Interna Pria Maryani Korowa mengatakan sebagian besar pasien asli Papua yang dirawat tidak memiliki kartu jaminan kesehatan juga tergolong dari masyarakat kurang mampu.

“Kebijakan yang diambil adalah kami tetap melayani. Tidak mungkin kami biarkan, ini soal nyawa orang,” katana.

Biasanya, setelah dirawat pihaknya meminta keluarga pasien untuk mengurus salah satu kartu tersebut.

”Kalaupun tidak ada sama sekali maka kamipun tidak mungkin meminta biaya. Hanya akan di pertanggungjawabkan ke pimpinan. Sementara bagi masyarakat pendatang yang tidak mampu biasanya kami minta keluarga mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kampung atau Kelurahan,” jelasnya.

Salah seorang keluarga pasien rawat inap Mama Veronika Mote, mengatakan selama hampir seminggu di rumah sakit pelayanan cukup baik.

“Walaupun kami tidak punya Kartu sehat tapi petugas bilang nanti urus kalau bapak sudah sembuh,” jelasnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

RSPO tindaklanjuti tuntutan masyarakat Yerisiam vs. PT. Nabire Baru

Selanjutnya

Kadistrik Nabire, mantan napi perlu diberdayakan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe