Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Papua butuh 48 ribu tenaga kesehatan
  • Jumat, 21 April 2017 — 08:05
  • 1629x views

Papua butuh 48 ribu tenaga kesehatan

Pemenuhan tenaga kesehatan tersebut untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah terpencil yang sudah mendapatkan akses kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua drg. Aloysius Giyai memberikan keterangan kepada wartawan – Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
Editor : Syofiardi
LipSus
Features |
Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:20 WP
Features |
Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:03 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 22:57 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:49 WP

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
 
Jayapura, Jubi –Kepala Dinas Kesehatan Papua drg. Aloysius Giyai mengatakan, saat ini Papua sangat membutuhkan tenaga kesehatan sebanyak 48 ribu orang untuk ditempatkan di seluruh pusat pelayanan kesehatan di Papua.
 
Pemenuhan tenaga kesehatan tersebut untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah terpencil yang sudah mendapatkan akses kesehatan.
 
“Papua membutuhkan 48 ribu tenaga kesehatan, yang ada hari ini baru 12 ribu,” kata Aloysius Giyai kepada wartawan di Jayapura, Kamis (20/4/2017).
 
Giyai menambahkan, idealnya tenaga kesehatan di puskesmas 16 orang, namun kenyataannya hanya ada 1 hingga 3 tenaga kesehatan yang bertugas.
 
“Kalau untuk di wilayah perkotaan seperti Kota Jayapura memang sudah memenuhi standar, namun di wilayah terpencil seperti di pegunungan Papua jarang sekali ditemui petugas kesehatan, paling hanya satu atau tiga petugas kesehatan,” ujarnya.
 
Ia tidak bisa menyalahkan siapa-siapa karena hal tersebut sudah merupakan moratorium dari pemerintah pusat dengan tidak adanya pengangkatan tenaga kesehatan. Namun ia berharap pemerintah kabupaten dan kota aktif dan reaktif mengangkat tenaga kesehatan kontrak.
 
“Provinsi sudah meenjadi pilot projek dengan adanya Satuan Tugas (Satgas) Kaki Telanjang dan Terapung, seharusnya ini menjadi contoh agar setiap kabupaten dan kota juga melakukan hal yang sama, sehingga adik-adik kita yang sudah menamatkan kuliah di bidang kesehatan bisa bekerja,” katanya.
 
Terpisah, Direktur Unit Percepatan Pembangunan dan Kesehatan Papua (UP2KP) Agustinus Raprap mengatakan, walaupun sudah ada Satgas Kaki Telanjang dan Terapung, namun proses pelayanan kesehatan belum berjalan maksimal karena kekurangan dana.
 
“Satgas sifatnya pelayanan bergerak dan sudah bekerja dengan maksimal, cuma tidak bisa menjangkau semua lokasi karena keterbatasan dana, kami dari UP2KP berharap kabupaten dan kota juga bisa mencotoh apa yang dilakukan Dinkes Papua dengan pembentukan satgas,” harapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

UP2KP siap terjunkan tim ke Korowai

Selanjutnya

Ikatan Cendekiawan Katolik Papua gelar rapat kerja

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 7080x views
Dunia |— Jumat, 23 Februari 2018 WP | 3904x views
Penkes |— Rabu, 21 Februari 2018 WP | 3209x views
Lapago |— Jumat, 16 Februari 2018 WP | 2444x views
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe