Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Meepago
  3. Tigi Barat akan gelar seminar Pendidikan Akbar
  • Jumat, 21 April 2017 — 13:51
  • 1255x views

Tigi Barat akan gelar seminar Pendidikan Akbar

“Jadi, materi dan narasumber dalam seminar pendidikan akbar tidak lepas dari persoalan pendidikan secara umum,” kata Ketua panitia Hardiknas Distrik Tigi Barat, Mathias Douw, kepada Jubi, di Nabire, Kamis (20/4/2017).
Anak-anak sekolah di salah satu SD Tigi Barat – Jubi/Abeth You  
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Yuliana Lantipo

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
 
Nabire, Jubi –
Perbaikan pendidikan akan menjadi agenda utama pada Seminar Pendidikan Akbar menjelang Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2017 di tingkat distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai, Papua, pada 25-26 Mei mendatang.
 
“Jadi, materi dan narasumber dalam seminar pendidikan akbar tidak lepas dari persoalan pendidikan secara umum,” kata Ketua panitia Hardiknas Distrik Tigi Barat, Mathias Douw, kepada Jubi, di Nabire, Kamis (20/4/2017).
 
Mathias mengatakan pihaknya akan mengundang Delegatus Pendidikan Keuskuspan Timika dan Biro pendidikan Sinode Kingmi Papua untuk membahas nasib pendidikan di daerah tersebut.
 
Ia menyebut para kepala sekolah di distrik itu, “membuahkan bibit kemalasa bagi guru bawahan, terutama terkait penggunaan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS),” ucap Mathias.
 
Sementara itu, Kepala Distrik Tigi Barat Fransiskus Bobii yang ditemui Jubi terpisah di Nabire berpendapat proses pendidikan di masa lalu dan  masa kini sangat berbeda jauh. Perbedaan itu menjadi lebih buruk dari masa lampau.
 
Fransiskus mengharapkan seminar tersebut nantinya menghasilkan pembahasan dan ide yang dapat diterapkan untuk memperbaiki system pendidikan di daerah  Deiyai. Kesempatan itu juga, ucapnya, “Akan mengetahu siapa aktor yang memacetkan proses pendidikan di wilayah  Tigi Barat. Ya, aktor perusak  proses pendidikan di masa kini akan diketahui nanti setelah ini diseminarkan.”
 
Fransiskus mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak pimpinan gereja ketua Klasis Tigi Utara, Tigi Barat dan Klasis Debey dan Pastor Paroki Segala Orang Kudus (SOK) Diyai, untuk terlibat dalam seminar Pendidikan Akbar tersebut.
 
Kedua lembaga pendidikan swasta terbesar di wilayah itu: YPPK dan YPPGI, dipandang semestinya lebih maju dari sekolah negeri, namun ia pun tidak tertata karena beberapa faktor.
 
“Kami menemukan beberapa faktor penyebab macetnya pendidikan, yakni pemerintah sebagai fasilitator tidak serius mengejar kualitas dan lebih mementingkan kuantitas, serta keseriusan membangun manusia dalam meningkatkan sumber daya manusianya tidak terlihat. Pihak gereja Katolik dan Kingmi terkesan mengabaikan  proses pendidikan Yayasan yang adalah lembaga tertua. Terkesan Pengelolah sekolah Katolik dan sekolah YPPGI  tidak  mengontrol atas maju mundurnya proses pendidikan,” ujarnya. 
 
Selain itu, faktor minimnya perhatian dari para orangtua, kata Fransiskus. “Kaum lelaki (suami) kini berkeliaran di kota Nabire. Kedatangan mereka terkesan ada faktor iming-iming harapan kesejahteraan hidup,” katanya.
 
“Mereka turun ke kota,  keluarga hidup  tanpa pembinaan terutama bagi anak-anak mereka. Perjalanan hidup masa depan sedang dimatikan karena faktor iming-iming yang ditawarkan dan mereka melupakan pentingnya hidup masa depan anak-anak mereka,” tegas mantan wartawan Papuapos Nabire ini. (*)
 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Konsolidasi organisasi, Partai Golkar gelar Musda wilayah Meepago

Selanjutnya

Pemerintahan dan Polri harus musnahkan Miras secara rutin

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe