Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Meepago
  3. Pemerintahan dan Polri harus musnahkan Miras secara rutin
  • Jumat, 21 April 2017 — 13:50
  • 1908x views

Pemerintahan dan Polri harus musnahkan Miras secara rutin

“Saya minta dengan tegas kepada pihak pemerintahan dan Polri di Dogiyai harus melarang, merasia, menyita dan memusnahkan Miras secara rutin,” kata Yakobus Dumupa via selularnya kepada Jubi, Kamis (20/4/2017).
Masyarakat ketika demonstrasi damai di halaman Kantor DPRD Dogiyai – Jubi/Abeth You
Abeth You
Editor : Yuliana Lantipo
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
 
Nabire, Jubi - Pemerintah Kabupaten Dogiyai, Papua dan Kepolisian Sektor (Polsek) Kamuu di Moanemani  agar harus melarang, merasia, menyita dan memusnahkan Minuman Keras (Miras) secara rutin.
 
Hal itu ditegaskan Bupati terpilih Kabupaten Dogiyai, periode 2017-2023, Yakobus Dumupa menanggapi kematian enam orang pemuda akibat Miras oplosan di Kampung Denemani, Distrik Dogiyai, Jumat (14/4/2017) lalu.
 
“Saya minta dengan tegas kepada pihak pemerintahan dan Polri di Dogiyai harus melarang, merasia, menyita dan memusnahkan Miras secara rutin,” kata Yakobus Dumupa via selularnya kepada Jubi, Kamis (20/4/2017).
 
Masyarakat, kata Dumupa, terutama para pemuda juga harus menyadari bahaya Miras dan berhenti mengkonsumsinya. Ia juga meminta pengedaran dan penjualan Miras harus dihentikan di Dogiyai. 
 
Ia menyatakan turut berduka cita yang mendalam bagi keluarga yang sedang berkabung. “Saya turut berduka cita akan kematian beberapa saudara saya ini. Semoga dosanya diampuni dan arwahnya diterima oleh Allah di Surga. Dan semoga keluarganya diberi penghiburan dan kebahagian dalam hidupnya,” ucapnya.
 
Terpisah, Kordinator Solidaritas Peduli Hak Asasi Manusia Kabupaten Dogiyai (SPHAM-KD), Benny Goo menuding kematian akibat miras itu disebabkan kurangnya keberpihakan dari pemerintah dan wakil rakyat dalam bentuk produk hukum atau peraturan terkait upaya proteksi masyarakat asli.
 
“Semua mati sia-sia di Dogiyai. Padahal aspirasi larangan Miras berada di atas meja DPRD Dogiyai dan Bupati Dogiyai. Perda larangan Miras pun tak kunjung datang. Ini sudah kesalahan terbesar. Wakil rakyat juga tak merakyat. Kalau wakil rakyat memihak rakyat, siapakah yang mau lawan? Entahlah,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Tigi Barat akan gelar seminar Pendidikan Akbar

Selanjutnya

Dinsos Paniai sokong dana seminar mahasiswa di Jayapura

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6164x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5744x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3878x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe