Konferensi Luar Biasa
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Adriana hidupi keluarga dengan jual sagu bakar
  • Jumat, 21 April 2017 — 14:14
  • 1275x views

Adriana hidupi keluarga dengan jual sagu bakar

Sagu masih basah dijemur selama lima jam hingga kering, lalu dihaluskan. Setelah itu sagu digulung dan dibakar menggunakan oven selama beberapa menit.
Sagu bakar yang telah disiapkan untuk dibawa ke salah satu tempat titipan kue – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Merauke, Jubi - Adriana Papo, satu dari sekian banyak perempuan Marind yang ulet mengolah sagu. Sagu dibakar, lalu dipotong-potong dan dimasukan keju maupun cokelat. Selanjutnya dititipkan di salah satu tempat penjualan kue. Juga di warung tenda miliknya sendiri.

Saat ditemui Jubi Kamis (20/4/2017), Adriana menuturkan, dirinya membeli sagu dari kelompok mama-mama Papua di Kampung Tambat seharga Rp 150.000 per karung. “Saya hanya bisa  beli  satu karung, karena sendirian dan  membawanya dengan sepeda motor,” tuturnya.

Sagu masih basah dijemur selama lima jam hingga kering, lalu dihaluskan. Setelah itu sagu digulung dan dibakar menggunakan oven selama beberapa menit.

Setelah matang, diangkat dan potong-potong lalu diisi dengan keju maupun cokelat. “Setiap pagi, saya antar ke tempat penjualan kue. Untuk satu potong dijual Rp 1.000 dengan jumlah 30 potong,” ungkapnya.

Selain itu, jelas dia, juga menjadi salah satu menu makanan miliknya di tenda yang dibuka beberapa bulan lalu. “Ya, kalau di tempat penitipan kue, tidak pernah tersisa. Setiap hari pasti habis terjual,” tuturnya.

Dia mengaku kesulitan memproduksi dalam jumlah banyak. Karena tak ada yang membantu. “Memang saya kesulitan mengolah dalam jumlah banyak. Jadi, jumlah yang dibuat masih sangat terbatas,” katanya.

Salah seorang warga Kota Merauke, Anita (33) tahun menuturkan, dirinya sudah pernah membeli dan menikmati sagu bakar.

“Terus terang, rasanya enak sekali. Karena selain sagunya dibakar, juga didalamnya diisi cokelat dan keju,” tuturnya.

“Mudah-mudahan sagu bakar itu, tidak hanya dijual di satu tempat. Tetapi di beberapa tempat penjualan kue. Karena terkadang kita juga terlambat membeli, lantaran habis,” pintanya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

AMPG partai golkar dikukuhkan

Selanjutnya

Animo pembeli tinggi, penjual tahu bulat Ciamis sewa tiga pick up

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe