Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Siapa saja boleh berpolitik, tapi jaga kerukunan
  • Senin, 03 Oktober 2016 — 05:18
  • 569x views

Siapa saja boleh berpolitik, tapi jaga kerukunan

Kedepannya, kata bupati, zona integritas kerukunan hidup antarumat beragama, suku dan budaya yang dicanangkan beberapa bulan lalu harus dijaga baik.
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw didampingi calon wakilnya Giri Wijiantoro (baju putih) ketika diwawancarai media - Engelbert Wally
Engelbert Wally
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Sentani, Jubi – Setiap orang mempunyai hak yang sama untuk berpolitik. Namun berpolitik jangan sampai memecah-belah persatuan dan kerukunan antarsesama dalam kehidupan masyarakat.

Hal ini ditegaskan Bupati Jayapura Mathius Awoitauw menanggapi perkembangan politik menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang dihelat pada Februari 2017.

“Silakan saja menyampaikan aspirasi masyarakat, tetapi hal-hal yang bersifat negatif yang mengarah kepada kebencian antara satu dengan lainnya tidak boleh dilakukan,” katanya kepada Jubi di Sentani, Sabtu (1/10/2016).

Kedepannya, kata bupati, zona integritas kerukunan hidup antarumat beragama, suku dan budaya yang dicanangkan beberapa bulan lalu harus dijaga baik.

“Ini baru empat tahun kita bersama, masih ada waktu yang akan datang dan ada hal-hal yang lebih besar lagi yang dilakukan. Sebagai pimpinan daerah ini, saya juga optimis bahwa akhir-akhir ini dinamika di tengah masyarakat soal pro kontra pasti terjadi. Tetapi saya berharap tidak perlu menyebarkan kebencian bagi sesama,” katanya.

Ditemui terpisah, tokoh masyarakat di Sentani, Agus Sokoy mengatakan proses pilkada adalah hal yang rutin dilakukan sebagai satu bangsa yang besar. Bukan soal siapa yang menang dan kalah atau siapa yang terpilih dan tidak. Namun prosesnya harus dipahami masyarakat. Harus melalui prosedur yang ditetapkan dan mengikuti rambu-rambu yang berlaku.

“Dengan demikian di akhir dari proses pemilihan nanti kita semua tetap melaksanakan tugas dan tanggung jawab kita kembali seperti biasa, tanpa ada rasa benci dan dendam,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Kabupaten Jayapura dukung desa dalam pemberdayaan TIK

Selanjutnya

Bupati Mathius resmikan pastori di Kampung Yobeh

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe