Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Pemilu Prancis di Pasifik banyak diwarnai abstain
  • Senin, 24 April 2017 — 15:12
  • 1032x views

Pemilu Prancis di Pasifik banyak diwarnai abstain

Teritori Prancis di wilayah Pasifik mencatatkan suara abstain tertinggi dalam pemilu presiden Prancis putaran pertama yang digelar pada Senin (24/4/2017).
Poster kampanye Marine Le Pen dari Partai Front Nasional (kanan) dan koalisi kiri La France Insoumise, Jean-Luc./RNZI
RNZI
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Lina Nursanty

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Kaledonia Baru, Jubi – Teritori Prancis di wilayah Pasifik mencatatkan suara abstain tertinggi dalam pemilu presiden Prancis putaran pertama yang digelar pada Senin (24/4/2017). Di Polinesia Prancis sebanyak 61 persen pemilih memilih abstain dan 51 persen pemilih juga memberikan suara abstain di Kaledonia Baru.

Gerakan prokemerdekaan di kedua teritori tersebut membaca hal ini sebagai gelagat kuat rakyat ingin memisahkan diri dari Prancis. Adapun pemilih yang memberikan suaranya terpusat pada kandidat dari kelompok kanan tengah, Francois Fillon yang sayangnya gagal di tingkat nasional.

Kandidat dari kelompok kanan jauh, Marine Le Pen menduduki peringkat ke dua di Polinesia dan Kaledonia Baru. Sementara Emmanuel Macron dari kelompok tengah di posisi ke-3 dengan raihan suara 15 persen.

Di Tahiti, tidak satupun partai utama di tingkat lokal yang mendukung Fillon tahun lalu. Namun, Le Pen cukup sukses di area Noumea. Di wilayah Wallis dan Futuna, angka abstain mencapai 36 persen, sementara Macron menang di posisi teratas yang diikuti Le Pen.

Dengan raihan suara seperti ini, presiden terpilih berikutnya apakah itu Macron atau Le Pen akan mendukung pelaksanaan referendum kemerdekaan di Kaledonia Baru.

Penting

Dunia kini sedang menyoroti pelaksanaan pemilu di Prancis karena negara ini merupakan negara besar kedua yang tengah menantang ide dan nilai-nilai liberal. Dua dari empat kandidat yang memimpin raihan suara pemilu secara nasional berasal dari kubu ekstrim; ekstrim kanan Marine Le Pen dan ekstrim kiri Jean-Luc Mélenchon.

Kemenangan salah satu dari mereka meninggalkan pertanyaan yang sama terkait keberlangsungan Prancis sebagai anggota Uni Eropa. Akankah Uni Eropa bertahan jika ditinggal salah satu negara pendirinya?

Setelah peristiwa Brexit di Inggris dan pemilu presiden AS yang dimenangkan Donald Trump, akankah Prancis menjadi negara yang mengikuti jejak Inggris?

Dua pertanyaan di atas membuat banyak pemimpin negara, Uni Eropa yang resah. Dalam sejarahnya, politik Prancis selalu didominasi oleh partai-partai berhaluan kiri dan kanan tengah. Namun, sejarah ini kemungkinan besar akan berakhir jika melihat konfigurasi kekuatan politik dalam pemilu kali ini.

Kandidat dari kubu sosialis, Benoit Hamon mundur dari pencalonan. Rival konservatifnya, kandidat dari kubu Republik, Francois Fillon harus bertahan mati-matian untuk tetap dalam pencalonan di tengah isu skandal penyalahgunaan wewenang yang ia lakukan.

Profil kandidat

Poling-poling pendapat jelang pemilu mengerucutkan dua nama dari kubu ekstrim kanan, Marine Le Pen dan kubu tengah Emmanuel Macron. Rekam jejak politik Le Pen dan Macron tergolong cukup matang.

Le Pen melanjutkan  kepemimpinan dalam tubuh partainya dari ayahnya sendiri pada tahun 2011. Ia dikenal karena kerja kerasnya membersihkan partai dari unsur-unsur ekstrimis di masa lalu.

Sementara, Macron memulai karir politiknya sebagai bankir investasi. Ia pernah menjabat sebagai menteri ekonomi di bawah pemerintahan Presiden Hollande namun mundur pada tahun 2016 karena sedang mempersiapkan diri maju dalam pemilu presiden melalui partainya En Marche!

Kandidat lainnya yaitu Fillon. Di awal pertarungan pemilu, Fillon semula adalah favorit pemilih. Namun, skandal menyandungnya. Ia dituding menyalahgunakan kekuasaannya yaitu dengan cara menggaji isterinya untuk sebuah pekerjaan yang tidak dilakukan. Hingga saat ini, ia masih diinvestigasi oleh pihak berwenang. Fillon menuduh adanya konspirasi politik di balik tuduhan ini.

Kandidat keempat yaitu Jean-Luc Mélenchon, yang kharismanya telah menyihir para pendukungnya. Mantan menteri Sosialis berusia 65 tahun itu meninggalkan partainya pada tahun 2008. Ia kini berjuang melalui La France Insoumise. Menariknya, Mélenchon selalu menggunakan teknologi hologram setiap kali berkampanye.

Salah satu isu utama yang disoroti keempat kandidat yaitu tingkat pengangguran yang kini angkanya mencapai 10 persen. Dan ini artinya merupakan peringkat ke-8 dari 28 negara anggota Uni Eropa yang memiliki angka pengangguran tertinggi. Satu dari empat warga Prancis adalah pengangguran.

Sejak krisis ekonomi tahun 2008, ekonomi Prancis bergerak sangat lambat. Keempat kandidat menyatakan bahwa Prancis butuh satu terobosan untuk keluar dari masalah ini.

Selain masalah pengangguran, isu yang disoroti keempat kandidat yaitu keamanan. Terlebih setelah serangan penembakan tiga hari di Paris yang terjadi tahun lalu. Lebih dari 230 orang tewas akibat teror yang terjadi sejak Januari 2015 dan Prancis masih ada dalam kondisi darurat hingga kini.

Pemerintah Prancis merasa khawatir dengan ratusan pemuda Muslim Prancis yang pernah pergi ke Suriah dan Irak. Kemungkinan mereka akan kembali ke Prancis dan menciptakan teror-teror baru.

Banyak pengamat menyatakan, ketakutan akan teror seperti inilah yang membuat kandidat dari ekstrim kanan seperti Le Pen mendapat dukungan besar dari pemilih. Program Le Pen antara lain membatalkan seluruh pekerjaan untuk para migran. Hak kesejahteraan dan tunjangan pendidikan diprioritaskan untuk warga negara Prancis. **

loading...

Sebelumnya

Papua Nugini siap selenggarakan pemilu 2017

Selanjutnya

Aktivis HAM Porgera ditahan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 4663x views
Anim Ha |— Sabtu, 10 Februari 2018 WP | 2759x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2652x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe