TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Aktivis HAM Porgera ditahan
  • Senin, 24 April 2017 — 15:16
  • 1116x views

Aktivis HAM Porgera ditahan

Seorang aktivis hak asasi manusia ditahan atas tuduhan menyebarluaskan informasi yang salah menyusul serangan teror di tambang emas Porgera, provinsi Enga, Papua Nugini.
Tambang emas di Porgera milik Barrick/RNZI
RNZI
[email protected]
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Enga, Jubi – Seorang aktivis hak asasi manusia ditahan atas tuduhan menyebarluaskan informasi yang salah menyusul serangan teror di tambang emas Porgera, provinsi Enga, Papua Nugini.

Setelah ditahan lebih dari 30 jam, aktivis bernama McDiyan Robert Yapari itu mengatakan bahwa ia mengalami siksaan oleh polisi dan dipaksa mengakui kesalahan yang tidak ia lakukan.

Kelompok advokasi HAM yang dipimpin Yapari, Asosiasi Akale Tangi menyatakan bahwa satu orang korban tertembak dalam sebuah kerusuhan yang terjadi pekan lalu di tambang Porgera. Menurut mereka, petugas yang memulai tembakan dan mengenai dua orang di tambang emas.

Pemegang saham tambang terbesar, perusahaan Kanada bernama Barrick telah diprotes warga desa-desa di sekitar karena pelanggaran HAM dan khususnya praktik penyelenggaraan keamanan lokasi tambang.

Karena peristiwa penembakan itu, Yapari meminta agar kepolisian menyelidikinya dan menangkap pelaku penembakan. Namun, ia malah ditahan, seluruh pakaian dan barang-barangnya digeledah dan telefon genggamnya ditahan.

Pekan ini, Yapari dihadirkan dalam persidangan terkait pasal penyebaran informasi palsu. Sementara, petugas kepolisian lokal yang disewa oleh Barrick mengatakan bahwa klaim yang disampaikan Asosiasi tentang penggunaan paksa senjata di Wingima penuh dengan bias.

Yapari mengatakan upayanya untuk mencari perhatian malah berujung pada penahanan dia oleh polisi. “Sebelum saya ditahan lagi dalam sel tahanan, saya sempatkan menulis email kepada presiden Barrick Corporate & Legal, Peter Sinclair untuk memberitahu dia bahwa saya ditahan oleh polisi yang disewa oleh perusahaan mereka,” ujarnya.

Jikalau nanti terbukti bahwa polisi salah tangkap terhadap dia, Yapari akan tetap melanjutkan perjuangannya menghapuskan kekerasan di Porgera. “Sebagai sebuah organisasi, ATA akan mengadvokasi dan tanpa takut membeberkan kekerasan HAM yang dilakukan perusahaan, sektor swasta maupun publik kepada masyarakat asli,” katanya. **

 

loading...

Sebelumnya

Pemilu Prancis di Pasifik banyak diwarnai abstain

Selanjutnya

Minum Kava baik untuk kesehatan mental

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat