Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Disesalkan, siswa SMP dan SMA di Mbua tak bisa UN
  • Senin, 24 April 2017 — 18:16
  • 1517x views

Disesalkan, siswa SMP dan SMA di Mbua tak bisa UN

“Saya sudah turun ke Distrik Mbua dan saya melihat kondisi langsung di sana, benar tidak ada guru-guru di sekolah, otomatis tidak ada pelaksanaan UN, ini sangat ironis,” katanya saat berkunjung ke Redaksi Jubi, Rabu (19/4/2017).
Arim Tabuni di Kantor Jubi, Rabu (19/4/2017) –Jubi/ Hengky Yeimo.
Hengky Yeimo
Editor : Syofiardi
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
 
Jayapura,Jubi - Mahasiswa asal Kabupaten Nduga, Papua, Arim Tabuni, menyesalkan kenerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, karena siswa SMP dan SMA di Distrik Mbua tidak bisa mengikuti Ujian Nasional (UN) karena ketiadaan guru.

“Saya sudah turun ke Distrik Mbua dan saya melihat kondisi langsung di sana, benar tidak ada guru-guru di sekolah, otomatis tidak ada pelaksanaan UN, ini sangat ironis,” katanya saat berkunjung ke Redaksi Jubi, Rabu (19/4/2017).
 
Arim Tabuni mengatakan sangat menyesalkan kinera Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang tidak menjalankan fungsinya dengan baik untuk mengontrol  guru-guru yang tidak mengajar di Distrik Mbua.
 
“Hingga saat ini tidak ada guru di sana, saya menilai ini anak daerah sendiri yang melakukan pembodohan kepada anak daerah, Dinas Pendidikan juga melakukan pembiaran, ini kami sesalkan,” kataya.
 
Mahasiswa lannya, Yali Yarinap mengatakan, pendidikan di Nduga menjadi masalah serius karena Dana Otsus yang digelontarkan ke Nduga sangat besar, karena itu pemerintah daerah di sana mesti mengutamakan pedidikan.
 
“Saya meyakini apabila sumber daya manusia di Nduga baik, maka masalah pendidikan ekonomi semua bisa diatasi, sehingga saya kesal dengan perlakukan Dinas Pendidikan dan kebudayaan,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Hari Malaria, Dinkes Nabire gelar baksos  

Selanjutnya

Distrik Tigi Barat bentuk panitia Hardiknas 2017

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe