Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Parpol pelajari peta politik sebelum tentukan jagoan pilgub
  • Senin, 24 April 2017 — 18:31
  • 1321x views

Parpol pelajari peta politik sebelum tentukan jagoan pilgub

"Parpol yang belum menentukan dukungan, mungkin masih mempelajari peta politik. Melirik peluang. Mereka tidak mau rugi. Jangan sampai mendukung calon, kebutuhan partai tidak terjawab. Inikan masalah," kata Yan Bonsapia ketika dihubungi Jubi, pekan lalu.
Ilustrasi Parpol - Jubi/IST
Arjuna Pademme
Editor : Admin Jubi
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Hingga kini dukungan partai politik (parpol) dalam pencalonan kepala daerah/wakil kepala daerah provinsi Papua, 2018 masih abu-abu. Dari sekian parpol yang memiliki kursi di DPR Papua, baru Demokrat, PDI Perjuangan, Golkar, PAN dan Hanura yang telah menyatakan dukungan kepada bakal calon tertentu.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Dr. Yan Hendrik Bonsapia, M.P.A mengatakan, parpol yang belum menyatakan dukungannya masih mempelajari peta politik Papua ke depan.

"Parpol yang belum menentukan dukungan, mungkin masih mempelajari peta politik. Melirik peluang. Mereka tidak mau rugi. Jangan sampai mendukung calon, kebutuhan partai tidak terjawab. Inikan masalah," kata Yan Bonsapia ketika dihubungi Jubi, pekan lalu.

Menurutnya, hitung-hitungan parpol harus matang. Siapa yang bisa mengakomodir kepentingan parpol, sudah barang tentu akan mendapatkan legitimasi dukungan.

"Kalau bicara koalisi, politik itu ada dalam ruang abu-abu. Kalau bicara kebijakan, ada namanya filter. Menyaring setiap kebijakan," ujarnya.

Dalam memberikan dukungan, kata Bonsapia, parpol harus memastikan yang bersangkutan bisa mengakomodir kepentingan parpol. Misalnya saja, dalam penempatan pejabat. Kecenderungan mengakomodir kepentingan politik, yang juga kepentingan parpol. Setiap parpol tentu punya cara menentukan kriteria calon yang akan diusung.

"Kalau ada kandidat tertentu yang diunggulkan, saya pikir kembali ke data. Kalau hanya isu tanpa bukti, itu tidak signifikan. Namun kekuatan politik bisa mewadahi ruang di birokrasi dan mengatur pemerintah dalam kebijakan nantinya," katanya.

Ketua Komisi I DPR Papua bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM, Elvis Tabuni mengatakan, parpol dalam menentukan dukungan kepada bakal calon kepala daerah, jangan hanya melihat faktor materi semata.

"Jangan karena ada kandidat yang bisa membayar lebih dari kandidat lain sehingga diberikan dukungan. Padahal dia tidak punya massa. Tidak mengakar di masyarakat. Pengurus parpol di pusat harus memberikan kewenangan itu kepada pengurus di daerah. Mereka yang lebih paham," kata Elvis belum lama ini. (*)

loading...

Sebelumnya

Pilgub 2018, LABEWA dukung pemimpin yang memperhatikan rakyat

Selanjutnya

Suara tujuh TPS diputihkan, KPU dan Bawaslu akan dilaporkan ke DKPP

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6015x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5675x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3689x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe