TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Saireri
  3. Pernyataan Stenly Salamahu tentang Nifasi dipertanyakan
  • Selasa, 25 April 2017 — 14:41
  • 1329x views

Pernyataan Stenly Salamahu tentang Nifasi dipertanyakan

Ia menyatakan keheranannya terhadap mahasiswa bernama Stenly Salamahu yang berbicara kepada beberapa media, seperti mewakili institusi TNI mengenai kasus keterlibatan oknum TNI di pertambangan emas Nifasi.
Pertambangan di Sungai Musairo, Kampung Nifasi, Nabire, Papua – Jubi/Doc suku Wate
Abeth You
[email protected]
Editor : Angela Flassy

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Nabire, Jubi – Robertino Hanebora, sekretaris umum suku besar Yerisiam Gua, kampung Sima, distrik Yaur,  Nabire, mewakili pemilik hak ulayat kampung Nifasi mempertanyakan keterangan Stenly Salamahu di beberapa media mengenai sengketa pertambangan emas di tanah ulayat mereka.

Ia menyatakan keheranannya terhadap mahasiswa bernama Stenly Salamahu yang berbicara kepada beberapa media, seperti mewakili institusi TNI mengenai kasus keterlibatan oknum TNI di pertambangan emas Nifasi.

“Ada apa sebenarnya, kapasitas kalian apa? Kan ada Kapendam atau Panglima yang bisa mengklasifikasikan keterlibatan oknum-oknum TNI tersebut. Ini malah pemuda-pemuda yang tak tahu apa pun tentang persoalan di Nifasi,” tutur Robertino kepada Jubi, Minggu, (23/4/2017).

Robertino mengatakan, pernyataannya mengenai keterlibatan oknum-oknum TNI terlibat di Nifasi bukan hanya menuduh. Pihaknya memiliki bukti, khususnya pada kasus di sungai Mosairo.

Menurutnya pernyataan Stenly Salamahu yang mengaku sebagai koordinator Aliansi Mahasiswa Pemuda dan Rakyat Papua (AMPERA) bahwa tak ada keterlibatan oknum TNI itu benar-benar memperkeruh permasalahan mereka.

“Mereka mengaku sebagai Tim pencari fakta (TPF). Padahal Pencari fakta hanya bisa dilakukan oleh lembaga negara misalnya Komnas HAM, DPR dan Polisi. Kapan mereka melakukan investigasi mendalam?” kata Hanebora.

Sebelumnya Stenly Salamahu melakukan jumpa pers dan dikutip oleh beberapa media di Papua meminta masyarakat tidak mempercayai secara sepihak pemberitaan soal pertambangan Nifasi. Khususnya pernyataan Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Hanafi Rais yang akan menanyakan keterlibatan TNI kepada Panglima TNI, saat berkunjung ke Nifasi, Nabire, Papua Sabtu (11/2/2017).

“Tudingan dari anggota DPR RI Fraksi PAN tersebut sangat tidak mendasar, apalagi ada tudingan pelanggaran HAM,” kata Stenly yang juga adalah Ketua SAPMA HANURA Papua.

Sebelumnya Stenly Salamahu terlibat dalam demonstrasi menyuarakan ketidakadilan terhadap Nifasi yang pada Rabu (8/3/2017). Tetapi Pada Kamis (20/4/2017) Stenly membantah keterlibatan oknum TNI pada pertambangan Nifasi dalam demonstrasi mahasiswa sebelumnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Dukung program Pemkab Nabire, warga binaan bersihkan sampah

Selanjutnya

Hari Buku Internasional, Bupati Nabire minta pemuda budayakan membaca

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Mamta |— Minggu, 10 Juni 2018 WP | 3062x views
Otonomi |— Minggu, 10 Juni 2018 WP | 2923x views
Pilkada Papua |— Selasa, 12 Juni 2018 WP | 2489x views
Anim Ha |— Selasa, 12 Juni 2018 WP | 2397x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat