Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Petugas senang DPRP-UP2KP sidak ke RSUD Abepura
  • Selasa, 25 April 2017 — 14:53
  • 1063x views

Petugas senang DPRP-UP2KP sidak ke RSUD Abepura

Darwin Rumbiak, kepala Instalasi RSUD Abepura mengatakan, pihaknya menuntut kepada Gubernur Papua untuk menggantikan Direktur RSUD Abepura untuk turun dari jabatannya karena tidak mampu memimpin rumah sakit.
Ketua Komisi V DPRP Yakoba Lokbere berdiskusi dengan seorang dokter di RSUD Abepura – Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
Editor : Syofiardi
LipSus
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 13:43 WP
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 13:02 WP
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 12:40 WP

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
 
Jayapura, Jubi – Petugas kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abepura senang dengan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) dan Unit Percepatan Pembangunan dan Kesehatan Papua (UP2KP) ke rumah sakit itu, Selasa (25/4/2017).
 
Darwin Rumbiak, kepala Instalasi RSUD Abepura mengatakan, pihaknya menuntut kepada Gubernur Papua untuk menggantikan Direktur RSUD Abepura untuk turun dari jabatannya karena tidak mampu memimpin rumah sakit.
 
“Direktur RSUD Abepura tidak mampu mensejahterahkan pegawai karena hingga saat ini kami belum menerima uang jasa, dan jasa yang saat ini belum terbayarkan adalah jasa BPJS, KPS, uang lauk pauk, dan jasa medis, padahal setiap tiga bulan sekali jasa telah dibayarkan,” katanya kepada wartawan.
 
Selain itu, ia menilai Direktur RSUD Abepura dr. Nico Barend tidak memiliki etika komunikasi yang baik. Bahasa yang dikeluarkannya kepada beberapa pejabat dan staf sangat menyinggung dan mempermalukan. Direktur menurutnya terkesan otoriter dan dalam mengambil kebijakan tidak melibatkan pejabat lainnya.
 
“Dengan berbagai persoalan yang terjadi di rumah sakit ini kami meminta kepada Gubernur Papua Lukas Enembe segera mengganti posisi Direktur RSUD Abepura dengan orang yang lebih layak dan pantas memimpin di rumah sakit ini,” ujarnya.
 
Ketua Komisi V DPRP Yakoba Lokbere mengatakan, urusan ganti-mengganti seorang direktur rumah sakit bukan kewenangan pihaknya. Namun dalam sidak yang dilakukan bersama UP2KP banyak sekali ditemukan persoalan di RSUD Abepura.
 
Lokbere berjanji akan memanggil Direktur RSUD Abepura untuk mempertanggungjawabkan persoalan yang ditemukannya.
 
“Kami akan panggil direktur, kami ingin beliau menjelaskan kenapa sampai faslitas dan rumah sakit ini kekurangan obat-obatan yang sudah berlangsung selama dua bulan,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

UP2KP minta DPRP seriusi kekurangan stok obat RSUD Abepura

Selanjutnya

Aktivis khawatir peleburan ke Dinkes pengaruhi kinerja KPA

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 5996x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2944x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 2926x views
Otonomi |— Selasa, 13 Februari 2018 WP | 2589x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe