Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Pembangunan Pasar Pharaa terkendala anggaran 
  • Rabu, 26 April 2017 — 14:00
  • 1326x views

Pembangunan Pasar Pharaa terkendala anggaran 

“Kita berharap agar Pemerintah pusat dapat merespons proposal pembangunan yang telah kita ajukan sebesar Rp 35 miliar, karena dana sebesar itu tidak mungkin kita gunakan dari APBD kita,” kata Deni kepada Jubi di Sentani, Rabu ( 26/4/2017).
Salah satu modul Pasar Pharaa Sentani yang sudah selesai dibangun – Jubi/Dok.Sentani, 
Engelbert Wally
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Sentani, Jubi – Pembangunan Pasar Pharaa Sentani yang ditargetkan selesai tahun ini dikabarkan terkendala anggaran. 

Pasar tersebut dibangun dengan delapan modul. Lima modul sudah dibangun, sementara tiga modul ditambah terminal taksi (angkutan kota) belum dibangun. 

Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Jayapura, Deni Simbar mengatakan, pihaknya sudah melaporkan pembangunan pasar ini kepada Menteri Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan (PPPA) Republik Indonesia, Yohana Susana Yembise saat beliau mengunjungi Jayapura 6 April 2017.

“Kita berharap agar Pemerintah pusat dapat merespons proposal pembangunan yang telah kita ajukan sebesar Rp 35 miliar, karena dana sebesar itu tidak mungkin kita gunakan dari APBD kita,” kata Deni kepada Jubi di Sentani, Rabu ( 26/4/2017).

Ia mengatakan, sesuai kesepakatan awal bahwa sisa pembangunan modulnya diselesaikan oleh PT. Freeport Indonesia. Namun perusahaan milik Amerika Serikat ini masih tersangkut masalah dengan sejumlah karyawan dan kontrak karyanya. Oleh karena itu, urusan pembangunannya diharapkan kembali lagi kepada Pemerintah pusat.

“Target kita memang tahun ini harus selesai pembangunan tiga modalnya plus terminal. Awalnya kita sudah bicarakan hal ini dengan pihak PT. Freeport, tetapi ada persoalan sehingga pembangunan selanjutnya kita berharap kepada Pemerintah pusat,” katanya. 

Kepala UPTD Pasar Pharaa Daniel Sokoy mengatakan, dari lima modul yang ada sebagian besar tempat yang akan digunakan sebagai tempat jual sudah siap digunakan. Hanya saja penggunaannya masih menunggu kepastian dari Pemerintah daerah.

“Selain jumlah pedagang yang akan ditempati dalam lima modul yang sudah siap ini. Kita masih menunggu kepastian Pemerintah daerah, karena ada kemungkinan semua modul dibangun sampai selesai baru bisa digunakan,” kata Daniel. (*)

loading...

Sebelumnya

Kabupaten Jayapura dapatkan tujuh penyuluh pertanian 

Selanjutnya

Pemkab Jayapura diminta bangun jalan alternatif atasi kemacetan 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe