Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Ini tanggapan Direktur RSUD Abepura terkait kelangkaan obat
  • Rabu, 26 April 2017 — 14:14
  • 1410x views

Ini tanggapan Direktur RSUD Abepura terkait kelangkaan obat

“Saya akui itu, namun tidak semua obat-obatan generik kosong. Ada yang kosong, namun ada beberapa obat yang stoknya ada. Saya sudah berusaha keliling ke apotek-apotek yang ada di Kota Jayapura, ada beberapa obat memang yang kosong. Contohnya, obat paracetamol, ini kosong sama sekali,” katanya kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (25/4/2017).
Pasien yang mendapatkan perawatan di ruang UGD RSUD Abepura – Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Admin Jubi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abepura, dr. Nico Barend mengakui bahwa rumah sakit yang dipimpinnya memiliki banyak persoalan yang tidak bisa diselesaikan dengan cepat. Salah satunya persoalan kelangkaan obat-obatan yang menjadi keluhan para pasien.

“Saya akui itu, namun tidak semua obat-obatan generik kosong. Ada yang kosong, namun ada beberapa obat yang stoknya ada. Saya sudah berusaha keliling ke apotek-apotek yang ada di Kota Jayapura, ada beberapa obat memang yang kosong. Contohnya, obat paracetamol, ini kosong sama sekali,” katanya kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (25/4/2017).

Dikatakan, kendalanya juga saat pemesanan obat-obatan. Ketika pihaknya memesan bukan berarti pesanan tersebut segera dikirim.

"Pastinya dilihat dari persediaan. Ada yang kita pesan stoknya langsung ada. Ada juga yang memang stoknya di Jayapura tidak ada. Itu yang memang menjadi problem kami di rumah sakit,” ujarnya.

Untuk itu, dirinya berharap para petugas kesehatan di RSUD Abepura baiknya terus meningkatkan pelayanan kesehatan. Untuk masalah kelangkaan obat, pihaknya juga sudah memberikan resep dokter kepada para pasien, yang nantinya pasien tersebut bisa mendapatkannya di apotek luar.

“Kalau pasien tersebut menggunakan BPJS atau KPS, pasien tersebut diberikan obat dan membeli di apotek lain, setelah membeli obat di apotek, pasien bisa meminta nota dan foto copy resep dokternya lalu diberikan kepada pusat pelayanan di rumah sakit. Uang yang mereka keluarkan untuk membeli obat tersebut nanti diganti oleh pihak rumah sakit. Jadi saya rasa tidak ada persoalan,” katanya.

Sementara itu, Darwin Rumbiak Kepala Instalasi RSUD Abepura mengaku kelangkaan obat-obatan di RSUD Abepura karena kelambatan seorang direktur dalam mengambil kebijakan, sehingga mempengaruhi pelayanan bagi masyarakat.

“Keterlambatan obat yang masuk ke rumah sakit adalah keterlambatan Surat Keputusan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (SK PPTK) yang belum diterbitkan, sehingga pekerjaan sampai saat ini masih terlambat,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Aktivis khawatir peleburan ke Dinkes pengaruhi kinerja KPA

Selanjutnya

Paud Yayasan Papua Kasih terapkan metode belajar berbeda

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 5743x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2856x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 2754x views
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe