Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Satu remaja tewas dalam kekerasan pemilu
  • Rabu, 26 April 2017 — 15:35
  • 1080x views

Satu remaja tewas dalam kekerasan pemilu

Kekerasan jelang pemilu nasional di Papua Nugini mulai terjadi secara sporadik. Seorang remaja tewas dan enam lainnya terluka parah saat terjadi kerusuhan terkait pemilu di provinsi Chimbu, Papua Nugini, Selasa (25/4/2017).
Poster pengumuman pencalonan pemilu nasional Papua Nugini/EMTV.com.pg
Post Courier
Editor : Lina Nursanty
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Chimbu, Jubi –  Kekerasan jelang pemilu nasional di Papua Nugini mulai terjadi secara sporadik. Seorang remaja tewas dan enam lainnya terluka parah saat terjadi kerusuhan terkait pemilu di provinsi Chimbu, Papua Nugini, Selasa (25/4/2017).

Masalah diawali ketika salah seorang anggota parlemen Carmilus Dengama tengah dalam perjalanan menuju stasiun Kerowagi untuk mengikuti proses pendaftaran caleg. Menurut keterangan polisi, Carmilus lalu dihadang sekelompok orang yang mengaku belum mendapat bayaran atas pekerjaannya membangun jalan di Mondia.

Namun, penghadangan ini dilawan oleh kelompok pendukung Carmilus hingga berujung pada kekerasan bersenjata. Seorang remaja berusia 19 tahun menjadi korban penembakan dan tewas seketika. Sementara, enam remaja lainnya mengalami luka berat dan langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Akibat kejadian itu, kantor pemerintahan distrik tetap ditutup. Carmilus dan puteranya menyelamatkan diri ke kantor polisi Kerowagi.

Namun, kekerasan terus berlanjut. Dua kendaraan bermotor sengaja ditabrakkan ke arah rombongan Carmilus. Selain itu, beberapa kendaraan lainnya juga turut jadi sasaran amuk massa. Pelaku kekerasan tidak menginginkan Carmilus kembali mencalonkan diri dalam pemilu.

Komandan Kepolisian Provinsi, David Seine mengatakan bahwa dirinya belum menerima laporan lengkap terkait insiden itu dari anak buahnya di lapangan. “Saya akan segera menerima laporan dari orang-orang kami di distrik agar mendapat laporan lengkap nantinya,” ujar David.

Ia menyatakan bahwa peristiwa ini tidak akan menurunkan semangat warga di distrik lain untuk menyukseskan pemilu. Peningkatan keamanan oleh kepolisian akan terus dilakukan pada periode pencalonan, kampanye dan pemungutan suara nanti.

Ia juga berterima kasih kepada warga di distrik lain yang berkampanye secara damai dan tidak menjadikan kekerasan sebagai norma umum dalam pemilu.**

 

loading...

Sebelumnya

Australia rahasiakan insiden Paskah di Manus

Selanjutnya

Papua Nugini peringati hari Malaria sedunia

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe