Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Dinanti, arah kebijakan luar negeri Selandia Baru terhadap Pasifik
  • Rabu, 26 April 2017 — 15:46
  • 1108x views

Dinanti, arah kebijakan luar negeri Selandia Baru terhadap Pasifik

Murray McCully akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Menteri Luar Negeri Selandia Baru pada pekan ini. Penggantinya, Gerry Brownlee akan mulai bertugas paling lambat pada 1 Mei mendatang dan dijadwalkan mengikuti sumpah jabatan pada Selasa (2/5/2017).
Murray McCully/RNZI
RNZI
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Lina Nursanty

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Auckland, Jubi – Murray McCully akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Menteri Luar Negeri Selandia Baru pada pekan ini. Penggantinya, Gerry Brownlee akan mulai bertugas paling lambat pada 1 Mei mendatang dan dijadwalkan mengikuti sumpah jabatan pada Selasa (2/5/2017).

Setelah delapan tahun menjabat sebagai menlu, McCully memegang kendali penuh atas arah kebijakan luar negeri Selandia Baru, termasuk terhadap negara-negara tetangganya di Pasifik.

Mantan staf ahli di Kementerian Luar Negeri Selandia Baru, Terence Wood mengemukakan kritiknya terhadap McCully terutama kaitannya dengan kebijakan luar negeri terhadap Pasifik selama McCully menjabat. Menurut Wood yang kini bekerja di Pusat Pembangunan Kebijakan di Canberra, kebijakan luar negeri Selandia Baru terhadap Pasifik di bawah McCully lebih berfokus pada pembangunan ekonomi ketimbang pengentasan kemiskinan.

Menurut dia, McCully mewariskan sejumlah proyek besar di Pasifik. Selama McCully menjabat, ujar dia, terlalu banyak uang dihamburkan untuk proyek-proyek infrastruktur di Pasifik. Salah satu contohnya yaitu pembangunan bandara Munda di Kepulauan Solomon agar mengikuti standar internasional. Menurut dia, ini adalah keputusan arogan dari seorang McCully.

“Keputusan ini datang langsung dari menteri. Memang proyek ini sudah lama ditawarkan pemerintah Kepulauan Solomon, namun tidak ada satu pun di dunia yang berminat karena tidak menjanjikan akan sukses. Namun, McCully memutuskan untuk memberikan bantuan sebesar 20 juta dolar di sana,” ujar Wood.

Wood menambahkan, negara-negara Pasifik tidak akan bisa merawat infrastruktur yang dibangun dengan menggunakan dana bantuan Selandia Baru. Sehingga hal ini akan membuat ketergantungan bantuan terhadap Selandia Baru.

Resafel kabinet

Pencopotan McCully dari posisi menlu ditetapkan pada Senin (24/4/2017) melalui sebuah proses resafel kabinet. September lalu, McCully memang sudah menyatakan tidak akan bersedia dicalonkan kembali menjabat sebagai menlu dalam kabinet.

Pengganti McCully yang terpilih yaitu Gerry Brownlee setelah menyingkirikan kandidat kuat lainnya yaitu Jonathan Coleman. Brownlee selama in dikenal sebagai anggota parlemen dari Christchurch dan pernah diangkat menjadi Menteri Pertahanan dan Pemulihan Pascabencana.

Brownlee terpilih sebagai menlu dan diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Bill English pada Senin (24/2/2017). Rencananya, English akan melantik Brownlee pada 2 Mei mendatang.

Pekerjaan rumah yang diwariskan McCully selain soal proyek-proyek infrastruktur besar di Pasifik, yaitu proses perbaikan hubungan dengan pemerintah Fiji pascakudeta di bawah Frank Bainimarama. Hubungan kedua negara sempat tegang dalam pertemuan kerjasama ekonomi Pasifik, PACER Plus.

Dibandingkan dengan Brownlee, McCully memang lebih berpengalaman dalam hal hubungan internasional. McCully pernah menjadi perwakilan Selandia Baru dalam Dewan Keamanan PBB selama dua tahun.

Bill English tak hanya mengumumkan resafel menlu, melainkan juga beberapa posisi menteri dalam kabinetnya juga mengalami penggantian. Di antaranya menteri pendidikan, menteri pertahanan, menteri perhubungan, menteri perumahan rakyat, dan menteri pekerjaan umum.

McCully dikenang

Menyambut resafel kabinet ini, Perdana Menteri Kepulauan Cook, Henry Puna menyatakan bahwa ia siap bekerjasama dengan Gerry Brownlee untuk melanjutkan kerjasama pembangunan yang pernah dilakukan bersama Selandia Baru ketika McCully menjabat sebagai menteri luar negeri.

Puna sangat mengenang jasa-jasa McCully bagi negaranya. Ia mengatakan bahwa sejak ia menjabat sebagai perdana menteri pada tahun 2010, ia telah bekerjasama dengan erat bersama McCully. Oleh karena itu, pemerintah Kepulauan Cook telah menganugerahi gelar warga negara kehormatan bagi McCully.

Menurut dia, McCully memiliki kepedulian yang sangat besar di Kepulauan Cook. Bahkan secara pribadi, McCully mendukung pembangunan proyek energi terbarukan menggantikan energi fosil yang membuat Kepulauan Cook sangat bergantung pada negara lain.

“Saya sangat terkesan dengan keterlibatan pribadi McCully dalam proyek ini karena ia memastikan agar Kementerian Luar Negeri yang ia pimpin dapat terlibat dalam pemabgnunan proyek ini tepat waktu. Selain itu, usahanya membuat akuntabilitas proyek ini sangat baik demi tanggung jawabnya terhadap para pembayar pajak di Selandia Baru,” tuturnya.

Beberapa pekan menjelang berakhirnya masa jabatan, McCully memang menyempatkan diri mengunjungi Kepulauan Cook pada akhir Februari lalu. Di sana, ia tak hanya menggelar pertemuan dengan perdana menteri, melainkan juga dengan tokoh oposisi. McCully menyatakan ia akan mendukung kemajuan sektor pariwisata di Kepulauan Cook.

Selain itu, McCully juga mengunjungi Vietnam dalam rangkaian lawatan kenegaraannya. Rabu (26/4/2017), McCully bertolak ke Washington DC, Amerika Serikat untuk menghadiri pertemuan yang membahas pembasmian terorisme dan Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS). **

 

loading...

Sebelumnya

Papua Nugini peringati hari Malaria sedunia

Selanjutnya

Masyarakat siap lawan industri tambang gunakan senjata

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe