PapuaMart
close
Banner iklan disini
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Infrastruktur
  3. Kapal perintis di Papua, terancam jadi besi tua
  • Senin, 03 Oktober 2016 — 06:11
  • 637x views

Kapal perintis di Papua, terancam jadi besi tua

"Saya sendiri belum tahu siapa yang mengelola kapal itu. Apakah Pemprov Papua melalui dinas terkait ataukah pengelolaannya diserahkan ke pihak ketiga. Apakah pihak swasata atau BUMD. Tapi siapapun yang mengelolah kapal itu, perlu segera memikirkan agar kapal perintis bisa beroperasi kembali," kata Lazarus Siep pekan lalu.
Kapal perintis ketika berlabuh di Pelabuhan Porasko, Kota Jayapura beberapa waktu lalu - Jubi/Arjuna
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Dominggus Mampioper

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Legislator Papua, Lazarus Siep mengingatkan pihak pengelola kapal perintis Papua I dan Papua II agar mengoperasikan kapal itu. Ia khawatir jika kapal yang dibeli menggunakan APBD Papua itu tak dioperasikan! nantinya akan menjadi besi tua begitu saja.

Anggota Komisi IV DPR Papua bidang perhubungan itu mengatakan, pengadaan kapal perintis itu untuk melayani masyarakat di beberapa wilayah pesisir yang daerahnya tak bisa jangkau dengan kapal bekurukan besar.

"Saya sendiri belum tahu siapa yang mengelola kapal itu. Apakah Pemprov Papua melalui dinas terkait ataukah pengelolaannya diserahkan ke pihak ketiga. Apakah pihak swasata atau BUMD. Tapi siapapun yang mengelolah kapal itu, perlu segera memikirkan agar kapal perintis bisa beroperasi kembali," kata Lazarus Siep pekan lalu.

Menurutnya, pengadaan kapal itu dijaman Gubernur Papua periode sebelumnya, Barnabas Suebu. Kapal perintis tersebut sempat beroperasi melayani masyarakat ke beberapa daerah pesisir diantaranya Sarmi. Namun dalam beberapa tahun terakhir, hanya berlabuh di pelabuhan Porasko, Kota Jayapura.

"Kapal ini dibeli menggunakan dana APBD. Kalau tak difungsikan sayang. Itu juga merugikan daerah. Jangan sampai hanya didiamkan begitu saja dan jadi besi tua tanpa ada manfaatnya," ucapnya.

Katanya, kalaupun kapal itu dikelolah pihak ketiga, apakah pihak swasta atau BUMD, Pemprov Papua perlu mencari solusi. Semakin lama kapal perintis tersebut tak difungsikan, biaya perawatannya juga semakin mahal.

"Kami harap kapal ini bisa difungsikan kembali. Kalau kapal itu difungsikan, selain membantu masyarakat, juga bisa memberikan PAD kepada daerah," katanya.

Anggota DPR Papua lainnya, Decky Nawipa mengatakan, kalaupun memang kapal itu tak beroperasi dengan alasan tertentu, pemerintah perlu memikirkan bagaimana solusinya.

"Jangan dibiarkan begitu saja. Harus dicarikan solusi agar kapal itu ada manfaatnya. Kalau tak lagi dipakai melayani masyarakat dengan alasa tertentu, perlu dipikirkan bagaimana agar kapal tersebut berfungsi untuk keperluan lainnya," kata imbuh Decky. (*)

Sebelumnya

Kadistrik Sinak fokus tuntaskan pembangunan jalan

Selanjutnya

Biak dan Wamena akan dibenahi jadi destinasi wisata

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini
Stop Press

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua