Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Bomberai
  3. Pembangunan kantor LMA Malami diduga mark up
  • Kamis, 27 April 2017 — 09:21
  • 1605x views

Pembangunan kantor LMA Malami diduga mark up

Ketua LMA Malamoi, Silas Ongge Kalami dalam keterangan persnya yang diterima Jubi di Sorong, Rabu (26/4/2017) mengatakan, tahun 2013, Pemerintah Kabupaten Sorong Sorong melalui APBD-nya menganggarkan uang sebesar Rp 3 miliar. Anggaran sebesar itu dilakukan untuk pembangunan kantor LMA dengan konstruksi dua lantai. 
LMA Malamoi ketika menyerahkan rancangan peraturan daerah pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat Malamoi – Jubi/rrisorong.com
Niko MB
Editor : Timoteus Marten
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Sorong, Jubi – Pembangunan kantor Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Malamoi di Kilometer 13, Klasaman 13, Sorong, Papua Barat diduga tak sesuai draf sehingga terjadi mark up. 

Ketua LMA Malamoi, Silas Ongge Kalami dalam keterangan persnya yang diterima Jubi di Sorong, Rabu (26/4/2017) mengatakan, tahun 2013, Pemerintah Kabupaten Sorong Sorong melalui APBD-nya menganggarkan uang sebesar Rp 3 miliar. Anggaran sebesar itu dilakukan untuk pembangunan kantor LMA dengan konstruksi dua lantai. 

Pengerjaan pembangunan itu pun dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sorong dengan mengunakan jasa pihak ketiga (kontraktor) yakni CV. Tambrauw Jaya. Namun pengerjaanya terputus di tengah jalan yang mengakibatkan proyek tersebut sempat terbengkalai beberapa bulan.

Kemudian pengerjaan dilanjutkan oleh CV lainnya pun dilanjutkan tetapi hanya dibangun satu lantai saja. 

“Saya sangat kesal sekali melihat kondisi kantor seperti ini. Ini kan tidak sesuai draf awal pembangunan,” kata Silas. 

Menurut Silas pembangunan gedung satu lantai hanya menghabiskan dana sebesar Rp 1 miliar. Mengingat tidak ada di sekat di dalamnya, karena memang rencana awalnya pada lantai satu hanya akan dijadikan tempat pertemuan/rapat. Lantai duanya mempunyai sekat ruangan. Namun kenyataan kantor hanya dibangun satu lantai.

“Bangunan begini paling habiskan anggaran Rp 1 miliar saja. Terus Rp 2 miliar lagi dikemanakan?” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sorong, Ir Sukadi saat dikoonfirmasi   Jubi, Rabu (26/4/2017) membantah dugaan mark up tersebut. 

Menurut Sukadi kantor LMA Malamoi di Kilomter 13 itu telah dikerjakan sesuai dengan anggaran yang disediakan. (*)

loading...

Sebelumnya

Rekrutmen anggota MRP Kaimana memasuki verifikasi berkas calon 

Selanjutnya

Warga palang balai kampung Desay, ini alasannya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat