Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Bomberai
  3. Warga palang balai kampung Desay, ini alasannya
  • Kamis, 27 April 2017 — 14:03
  • 1473x views

Warga palang balai kampung Desay, ini alasannya

Disebutkan, pemalangan yang dikoordinir Musa Sapari itu dipicu karena kepala Kampung Desay, Purwadi dicurigai menjual sebidang tanah kepada pihak lain tanpa kesepakatan bersama. 
Sejumlah warga ketika memalang balai kampung Desay, Satuan Pemukiman (SP) II, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Rabu (26/4/2017) – Jubi/Niko
Niko MB
ness@tabloidjubi.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Manokwari, Jubi – Sedikitnya seratus orang warga Kampung Desay, Satuan Pemukiman (SP) II, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat memalang balai kampungnya, Rabu (26/4/2017), sekitar pukul 9.20 WIT. 

Kapolres Manokwari, AKBP Christian Rony Putra ketika dikonfirmasi melalui selulernya membenarkan kejadian itu.

Disebutkan, pemalangan yang dikoordinir Musa Sapari itu dipicu karena kepala Kampung Desay, Purwadi dicurigai menjual sebidang tanah kepada pihak lain tanpa kesepakatan bersama. 

Mereka membawa balok 5x10 meter yang berada di depan gedung serbaguna milik kampung. Balok itu pun digunakan untuk memalang pintu balai kampung dan menempatkan aspirasi mereka. 

“Bahwa kami dari warga masyarakat Kampung Desay, SP II meminta kepada Bapak Sugoto selaku orang tua dan anggota DPRD yang hadir, meminta kepada bupati untuk menyelesaikan permasalahan ini dalam jangka waktu tiga hari,” kata Musa Sapari di depan anggota DPRD, Sugoto. 

Sapari menegaskan, aksi ini merupakan bentuk mosi tidak percaya dan ketidakpuasan terhadap kepemimpinan Kepala Kampung Desay, Purwadi. Kepala kampung ini dinilai bertindak semena-mena terhadap warga kampung dan pejuang-pejuang di kampung. 

Menurut dia tanah yang dijual kepala kampung merupakan milik kampung yang bakal dijadikan lokasi pemakaman umum. 
Sesepuh Kampung Desay, Sugoto yang menerima warga tersebut meminta agar mereka tak bertindak anarkhistis. 

“Saya minta sekarang masyarakat membubarkan diri dan tunggu perkembangan kelanjutannya,” katanya. 

Meski aspirasi mereka sudah diterima sesepuh, pemalangan belum dibuka hingga aspirasinya dijawab. (*)

loading...

Sebelumnya

Pembangunan kantor LMA Malami diduga mark up

Selanjutnya

Pencaker di Bintuni palang kantor Disnakertrans

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe