TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. James Modouw: Sastra adalah Ibu kandung dari Indonesia
  • Kamis, 27 April 2017 — 18:55
  • 1964x views

James Modouw: Sastra adalah Ibu kandung dari Indonesia

James Modouw sebelum acara seminar kepada Jubi mengatakan, sastra adalah ibu dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), karena menurutnya sastra hadir sebelum negara ini terbentuk.
Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Hubungan Pusat dan daerah, Dr. James Modouw memukul tifa tanda dibukanya seminar – Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
Editor : Admin Jubi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Balai Bahasa Papua menggelar seminar sehari dengan tema Merawat Kebinekaan Melalui Sastra. Seminar menghadirkan pembicara dari Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Hubungan Pusat dan daerah, Dr. James Modouw dan Dr. Raymond Fatubun yang berlangsung di Aula Balai Bahasa Papua, Kamis (27/4/2017).

James Modouw sebelum acara seminar kepada Jubi mengatakan, sastra adalah ibu dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), karena menurutnya sastra hadir sebelum negara ini terbentuk.

“Sastra ini ibarat ibu kandung dan Indonesia adalah anak kandungnya. Sastra adalah satu kekayaan budaya kita di Indonesia yang sangat baik dan penting pada era saat ini, untuk dijadikan bahan yang harus dikembangkan menjadi agenda pemerintah dalam melakukan revolusi mental,” katanya.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua ini menambahkan, sastra sendiri selain menjadi alat untuk mengembangan literasi juga sebagai alat untuk mengembangkan karakter.

“Sastra adalah dasar kapasitas atau mutu manusia dalam kehidupan ke depan yang membentuk seseorang menjadi kreatif dan mempunyai kemampuan berpikir kritis yang tinggi. Untuk itu, kegiatan ini sangat baik untuk digali dan perdalam agar menjadikan kita semua sebagai orang-orang yang merasa memiliki. Selain itu potensi masyarakat yang kaya harus kita kembangkan,” ujarnya.

Disinggung tentang perkembangan sastra di Papua, Modouw menambahkan, sastra di Papua sangat kaya, namun demikian banyak pemilik kekayaan pusaka budaya merasa bahwa hal tersebut adalah barang lapuk yang tidak penting dibicarakan dan diperdebatkan. 

“Saya berharap dengan seminar ini, kesadaran tersebut kita buka dan bisa dijelaskan bahwa pusaka budaya bukan barang lapuk, tetapi mengandung nilai-nilai luhur yang harus dilestarikan di dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Kepala Balai Bahasa Papua, Toha Machsum menambahkan perkembangan sastra di Papua belum menggembirakan, untuk itu pihaknya mencoba mengembalikan orang pada kebebasan pluralisme adalah karya sastra multikulturalisme di dunia pendidikan.

“Ini yang akan didiskusikan secara singkat beberapa hal yang bisa dilakukan melalui sastra multibudaya yang diharapkan akan memperlihatkan dan menyadarkan para siswa bahwa E Pluribus Unum itu memang alamiah dan alami," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Stiper lepas 50 mahasiswa magang

Selanjutnya

Ini syaratnya warga non Papua bisa dapatkan KPS

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4869x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4293x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4162x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3490x views
Lembar Olahraga |— Rabu, 10 Oktober 2018 WP | 2945x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe