Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Toha Machsum: Pendidikan sastra multibudaya di dunia pendidikan itu perlu
  • Jumat, 28 April 2017 — 09:42
  • 1513x views

Toha Machsum: Pendidikan sastra multibudaya di dunia pendidikan itu perlu

“Anak-anak kita harus mengembangkan pengetahuan dan pandangannya tentang dunia ini, agar mereka biasa mengapresiasi keunikan dan kekayaan budaya mereka sendiri dan budaya orang lain, dan menurut saya melalui sastra multibudaya,” katanya.
Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Hubungan Pusat dan daerah, Dr. James Modouw saat memberikan materi dalam seminar sehari dengan tema Merawat Kebinekaan Melalui Sastra – Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
Editor : Admin Jubi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Kepala Balai Bahasa Papua, Toha Machsum kepada Jubi, Kamis (27/4/2017) mengatakan, pendidikan sastra multibudaya di dunia pendidikan sangat perlu.

“Anak-anak kita harus mengembangkan pengetahuan dan pandangannya tentang dunia ini, agar mereka biasa mengapresiasi keunikan dan kekayaan budaya mereka sendiri dan budaya orang lain, dan menurut saya melalui sastra multibudaya,” katanya.

Machsum mengatakan, ada sejumlah hal yang mendidik bila sastra multibudaya diajarkan. Sastra multibudaya mengajarkan keberagaman, sastra multibudaya itu mentransformasi dan sastra multibudaya anti rasisme.

“Mengajarkan keberagaman yang bisa membantu siswa-siswi dari kelompok-kelompok berbeda untuk dapat bekerjasama. Bisa membantu anak-anak untuk mengerti tentang arti kemanusiaan,” ujarnya.

Machsum menjelaskan apabila anak-anak sudah bisa mentransformasi maka mereka memiliki potensi untuk mengubah dunia.

“Sastra multibudaya memerangi rasisme karena sastra multibudaya itu memperlihatkan inklusivisme, dan sastra multibudaya memerangi semua yang ingin agar semua hal dibuat menjadi sama,” katanya.

Di tempat yang sama, Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Hubungan Pusat dan daerah, Dr. James Modouw mengatakan, sastra multibudaya sangat penting diajarkan di dunia pendidikan mengingat kini dengan adanya imigrasi, perkawinan campur, profesi atau tugas di tempat lain, membuat negara ini memiliki ras dan etnis yang majemuk.

"Ini bisa membuat siswa nyaman dalam sebuah lingkungan yang menerima keberagaman,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Penerapan bahasa ibu di dunia pendidikan masih dikaji

Selanjutnya

Pemerintah diminta perhatikan guru honor

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe