Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. KAP Papua gabung jurus bangun ekonomi Papua
  • Sabtu, 29 April 2017 — 09:54
  • 3720x views

KAP Papua gabung jurus bangun ekonomi Papua

“Kami satukan pikiran untuk membangun ekonomi Papua. Silakan saja teman-teman asli Papua merantau di organisasi lain, tetapi kami sebagai rumah adat tetap melayani pengusaha Papua yang membutuhkan pertongan,” katanya.
Kamar Adat Pengusaha (KAP) Papua ketika memberikan keterangan kepada wartawan di Jayapura, Jumat (28/4/2017) – Jubi/Hengky Yeimo
Hengky Yeimo
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Kamar Adat Pengusaha (KAP) Papua mulai membangun ‘jurus’ baru dalam membangun ekonomi orang asli Papua.

Ketua Umum KAP Papua, Merry Costavina Yoweny dalam coffee morning dengan wartawan di Waena, Kota Jayapura, Jumat (28/4/2017) mengatakan, para pengusaha asli Papua hendaknya melupakan ego sektoral dalam membangun ekonomi di tanah ini.

“Kami satukan pikiran untuk membangun ekonomi Papua. Silakan saja teman-teman asli Papua merantau di organisasi lain, tetapi kami sebagai rumah adat tetap melayani pengusaha Papua yang membutuhkan pertongan,” katanya.

Ia mengatakan, badan usaha berbentuk manajemen disatukan pihaknya. “Senior-senior di Kadin yang sudah berhadapan dengan keadaan ekonomi, mereka siap dengan kami agar generasi muda ini tidak susah dengan kami. Dong pu (dorang punya=mereka punya) anak tidak lebih berat dari mereka,” katanya. 

Diharapkan pihaknya juga memberikan informasi lowongan pekerjaan. “Jika pemerintah memberi kesempatan kita bisa share bersama. Kalau kita bicara ekonomi, kita tidak bisa bicara sektor-sektor atau kubu-kubu, karena jika demikian perekonomian tidak akan berkembang,” katanya.

Menurut dia, sebagai anak Papua, sebaiknya menyatukan perbedaan-perbedaan untuk membangun Papua. “Dari pertemuan ini kami ingin menyatukan persepsi dari semua anak asli Papua yang berkecimpung di dunia usaha,” katanya.

Wakil Ketua Umum Pengusaha Asli Papua, Melki Gopo mengatakan, orang Papua tertinggal kalau pengusaha morat-marit.

“Ini tolok ukur pemerintah lihat pengusaha. Tolok ukurnya ada di pengusaha, bertabrakan dengan regulasi. Bagaimana dengan di kampung? Kami sepakat tidak mungkin orang lain yang perjuangkan agar pemerintah membuaka peluang, dibuka organisasi membuat pengusaha lebih baik,” katanya.

Ia mengatakan, asosiasi-asosiasi pengusaha semestinya di bawah payung KAP Papua agar pemerintah tidak bingung. (*)

loading...

Sebelumnya

Bank Indonesia akan tambah kas titipan untuk jangkau daerah

Selanjutnya

Nikolaus Bukega sukses dengan Kopi Arabika Lop-Kop

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe