Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Masyarakat siap lawan industri tambang gunakan senjata
  • Senin, 01 Mei 2017 — 15:22
  • 887x views

Masyarakat siap lawan industri tambang gunakan senjata

Pembukaan tambang tembaga dasar laut Biscmark dalam Proyek Solwara 1 kian ditentang masyarakat lokal. Kini, perlawanan masyarakat bahkan akan mempersenjatai diri demi menggagalkan rencana tambang.
Aktivitas penambangan tembaga di bawah laut./Nautilus Minerals via RNZI
RNZI
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Lina Nursanty

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Biscmark, Jubi – Pembukaan tambang tembaga dasar laut Biscmark dalam Proyek Solwara 1 kian ditentang masyarakat lokal. Kini, perlawanan masyarakat bahkan akan mempersenjatai diri demi menggagalkan rencana tambang.

Proyek yang penuh kontroversi itu dikerjakan sebuah perusahaan tambang asal Kanada, Nautilus Minerals. Perusahaan ini telah mengantongi izin lingkungan dari pemerintah Papua Nugini pada tahun 2009 untuk mengerjakan proyek Solwara 1. Namun, karena kerasnya protes masyarakat, proyek itu tak kunjung selesai.

Salah seorang juru kampanye anti tambang dasar laut, Helen Rosenbaum mengatakan bahwa penduduk di Provinsi New Ireland dan Duke of York Islands merasa sangat tertekan dan khawatir karena rencana pembukaan tambang tersebut sehingga mereka akan memilih perjuangan bersenjata untuk melawannya.

“Mereka tahu bahwa mereka bisa dapat akses mendapat senjata seperti di tempat-tempat lainnya di Papua Nugini, bisa melalui polisi atau tentara,” tuturnya.

Rosenbaum mengatakan proyek tambang ini akan menjadi yang pertama dan akan menciptakan preseden bahaya di Pasifik.

Akhir tahun lalu, Otoritas bidang Tambang Mineral (MRA) Papua Nugini menyatakan bahwa proses konsultasi tentang pembukaan tambang tembaga di Laut Bismarck masih berlangsung.

Proses renegosiasi itu terjadi setelah sebagian kelompok masyarakat sipil mendesak agar perusahaan Nautilus Minerals dan pemerintahan Papua Nugini lebih transparan tentang proyek Solwara 1.

Pemerintah memberikan izin proyek hanya melalui satu studi lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan Nautilus beberapa tahun lalu dan tidak pernah diumumkan kepada masyarakat umum. Pemerintah mengaku telah memfasilitasi proses konsultasi dengan masyarakat terdampak tambang Solwara 1 sejak tahun 2009.

Berdasarkan hasil konsultasi itu, dukungan masyarakat lokal terhadap proyek Solwara 1 cukup besar. Meski begitu, klaim pemerintah itu dibantah salah satu kelompok nonpemerintah Bismarck Ramu Group yang menyatakan bahwa masyarakat menentang proyek tersebut karena akan merusak laut sebagai mata pencaharian mereka. **

loading...

Sebelumnya

Dinanti, arah kebijakan luar negeri Selandia Baru terhadap Pasifik

Selanjutnya

10 mantan politikus Vanuatu dibebaskan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe