Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. 10 mantan politikus Vanuatu dibebaskan
  • Senin, 01 Mei 2017 — 15:26
  • 930x views

10 mantan politikus Vanuatu dibebaskan

Sepuluh politikus Vanuatu yang ditahan karena kasus penyuapan akhirnya dibebaskan bersyarat. Mereka termasuk dari 14 mantan anggota parlemen yang dituntut pada tahun 2015 atas tuduhan kasus menerima uang sogokan dalam mengganti pemerintahan.
Pemimpin Oposisi Vanuatu, Direktur dan Staf Lembaga Pemasyarakatan mengadakan acara perpisahan dengan para tahanan yang dibebaskan./RNZI
RNZI
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Lina Nursanty

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Port Vila, Jubi – Sepuluh politikus Vanuatu yang ditahan karena kasus penyuapan akhirnya dibebaskan bersyarat. Mereka termasuk dari 14 mantan anggota parlemen yang dituntut pada tahun 2015 atas tuduhan kasus menerima uang sogokan dalam mengganti pemerintahan.

Dalam pernyataan pers disebutkan bahwa Direktur Lembaga Pemasyarakatan, Johnny Marango turut melakukan acara perpisahan bersama 10 politikus tersebut. Menurut dia, 18 bulan terakhir merupakan periode belajar bagi dia dan para stafnya karena itu merupakan pertama kali mereka berurusan dengan mantan pemimpin besar sebanyak itu dalam satu tahanan.

Merespons Johnny Marango, mantan juru bicara parlemen yang juga menjadi salah satu politikus yang ditahan, Marcellino Pipite mengatakan bahwa tak ada seorang pun yang tidak terjangkau oleh hukum.

Pipite menerima tuduhan bahwa mereka terlibat dalam tindakan melanggar hukum. Mantan anggota parlemen itu menyatakan bahwa mereka telah dijebloskan ke penjara oleh hukum dan kini dibebaskan oleh hukum pula.

Seorang politikus lainnya, Tony Nari baru akan mendapat pembebasan bersyarat pada Juli mendatang. Sementara, mantan Perdana Menteri Vanuatu, Moana Carcasses baru akan dibebaskan bersyarat pada Oktober nanti.  

Pekan lalu, mantan Perdana Menter Serge Vohor dan mantan anggota parlemen Steven Kalsakau juga dibebaskan bersyarat.

Kendati kesepuluh politikus ini dibebaskan, namun mereka berpotensial untuk kembali mendekam dalam penjara karena kasus terkait. Kejaksaan Agung Vanuatu pekan ini mengajukan tuntutan hukum bahwa mereka terlibat dalam konspirasi.

Sementara, Pipite sebagai juru bicara parlemen dijerat pasal penyogokan dan menyalahgunakan jabatan sebagai penjabat presiden. Pada tahun 2016, para politikus ini ditambah lama hukuman penjaranya ketika mereka sedang menjalani hukuman.

Bulan ini, pengadilan berkata lain. Pengadilan memperingan hukuman mereka dengan beralasan bahwa tindakan mereka dilakukan secara berkelompok, bukan secara individual.

Namun Jaksa Agung, Josaia Naigulevu pekan ini mengatakan bahwa sifat dasar konspirasi tetap sama dan oleh karena itu para mantan anggota parlemen ini akan kembali dijebloskan ke dalam penjara. **

loading...

Sebelumnya

Masyarakat siap lawan industri tambang gunakan senjata

Selanjutnya

Tingkat stres anak muda Maori dan Pasifik di Selandia Baru lebih tinggi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe