Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Nikolaus Bukega sukses dengan Kopi Arabika Lop-Kop
  • Selasa, 02 Mei 2017 — 10:50
  • 1207x views

Nikolaus Bukega sukses dengan Kopi Arabika Lop-Kop

“Karena asal biji dari seorang misionaris Katolik asal Belanda yang pertama menanam di Distrik Okbibab pada 1996 dan menyebar di beberapa kampung,” ujarnya.
Nikolaus Bukega bersama petani kopi menunjukkan kopi buatan sendiri – Jubi/ David Sobolim.
David Sobolim
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
 
Jayapura, Jubi – Nikolaus Bukega, pria asal Pegunungan Bintang sukses membuka pabrik kopi denga nama “Kopi Arabika Lop-Kop” di rumahnya di belakangan lapangan Theys, Sentani.
 
Ia menjelaskan, membuka usaha kopi bermula dari modal Rp5 juta yang diberikan Dinas Perindagkop Kabupaten Pegunungan Bintang untuk membantu usaha pembuatan noken untuk mama-mama. Namun ia dan istrinya memanfaatkan uang tersebut untuk membeli kopi dari petani dan diolah manual.
 
Karena modalnya tidak cukup akhirnya ia meminjam ke Bank Papua Cabang Oksibil Rp45 juta. Dengan modal tersebut ia berpromosi dengan ikut pameran di kota besar Indonesia.
 
“Dari situ mulai membuka lahan dan mensosialisasikan kepada masyarakat di kampung-kampung dan distrik di Kabupaten Pegunungan Bintang, sampai hari ini sudah bisa menanam, mengolah, hingga pengemasan dan distribusi hasil sampai ke kota dan kabupaten di Papua, hingga sampai melayani pesan dari luar Papua,” katanya kepada Jubi di Jayapura, Kamis (26/4/2017).
 
Di ruangan 2 x 4 meter terdapat mesin pengolah kopi arabika milik Nikolaus. Menurutnya, kualitas kopi pabriknya tidak diragukan lagi, karena sudah di atas rata-rata berdasarkan penelitian ahli kopi dari Jember, Jawa Timur.
 
Secara umum, lanjutnya, kualitas kopi dari Wamena, Nabire, Paniai, dan Sorong sama kualitasnya, tetapi dia menyakini kopi arabika asal Pegunungan Bintang memiliki kualitas kualitas di atas rata-rata.
 
“Karena asal biji dari seorang misionaris Katolik asal Belanda yang pertama menanam di Distrik Okbibab pada 1996 dan menyebar di beberapa kampung,” ujarnya.
 
Kopi Lop-kop yang sudah tiga kali juara di pameran yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan di beberapa kota besar Indonesia. Peminatnya pun tak hanya dari Indonesia, tapi juga dari mancanegara.
 
Lipen Uopdana, seorang mahasiswa, mengapresiasi terobosan Nikolaus, karena kopi yang dari 1996 sudah ada di Kabupaten Pegunungan Bintang namun tidak seorang pun bisa mengelola, akhirnya berhasil di tangan orang asli. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

KAP Papua gabung jurus bangun ekonomi Papua

Selanjutnya

Hingga April, BI Papua distribusi uang pecahan baru Rp84,8 miliar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe